Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan laba bersih Rp 607,48 miliar pada semester I-2026. Raihan ini berbalik dari rugi bersih Rp 580,01 miliar setahun sebelumnya.
Pendapatan bersih GOTO tumbuh 28,45% secara tahunan menjadi Rp 10,99 triliun hingga Juni 2026, didorong peningkatan kontribusi dari layanan pengiriman, fintech, e-commerce, iklan, serta pendapatan lainnya.
Secara operasional, GOTO mencatat laba usaha Rp 781,88 miliar pada enam bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut berbalik dari rugi usaha Rp 171,59 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: GoTo Gojek (GOTO) Bukukan Laba Bersih Rp 607,48 Miliar pada Semester I-2026
Direktur Utama GoTo Hans Patuwo bilang GOTO membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut. EBITDA grup yang disesuaikan juga meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode sama tahun lalu hingga melampaui Rp 1 triliun.
"Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp 1 triliun untuk pertama kalinya," ujar Hans, Rabu (29/7).
Hans menambahkan bisnis fintech terus menunjukkan kinerja yang kuat. Untuk pertama kalinya, profitabilitas segmen tersebut melampaui bisnis on-demand services sehingga memperlihatkan semakin seimbangnya kontribusi dalam ekosistem GoTo.
Mulai 1 Juli 2026, GOTO menerapkan struktur komisi baru sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026. Kebijakan tersebut berlaku bagi layanan transportasi roda dua Gojek yang menyumbang sekitar 7% pendapatan bersih grup.
Menurut Hans, dampak perubahan komisi baru akan mulai tercermin pada laporan keuangan kuartal III-2026. Meski demikian, kondisi bisnis tetap stabil sehingga GOTO mempertahankan target EBITDA grup yang disesuaikan.
"Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya. Karena itu, kami tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp3,2 triliun–Rp 3,4 triliun," kata Hans.
GOTO juga merevisi proyeksi kinerja segmen fintech menjadi EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 1,7 triliun hingga Rp 1,8 triliun dari sebelumnya Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun.
Sebaliknya, target segmen on-demand services diturunkan menjadi Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun akibat penerapan komisi aplikasi sebesar 8%.
Baca Juga: Simak Proyeksi Kurs Rupiah untuk Kamis (30/7) di Tengah Resiko Hawkish The Fed
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














