Reporter: Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) untuk pertama kalinya berhasil mencetak laba bersih. Tak lagi mencatatkan kerugian, apakah saham GOTO yang saat ini di level 50-an atau gocapan tersebut layak dibeli?
Per Maret 2026, GOTO membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 171 miliar.
Pencapaian tersebut ditopang oleh pendapatan bersih GOTO yang melonjak 26% secara tahunan atau Year on Year (YoY) menjadi Rp 5,34 triliun di kuartal I-2026 dari Rp 4,23 triliun.
Pertumbuhan pendapatan bersih itu seiring dengan pertumbuhan GTV inti Grup GOTO sebesar 65% YoY menjadi Rp 138 triliun, dengan total GTV mencapai Rp236 triliun di kuartal I-2026.
EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp 907 miliar selama periode Januari–Maret 2026. Ini melonjak naik 131% secara tahunan dan masih sejalan dengan target yang dicanangkan GOTO.
Baca Juga: Saham KEJU Tebar Dividen Rp16/Saham, Jangan Terlewat Hari Ini (29/4) Cum Date!
Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo menjelaskan pencapaian di kuartal satu ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan hingga mengelola biaya secara disiplin.
“Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini dan percaya GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).
Simon Ho, Direktur Keuangan Grup GoTo menambahkan pencapaian di tiga bulan pertama pada 2026 ini mencerminkan operating leverage yang kini tertanam secara struktural dalam bisnis GOTO.
“Biaya layanan kami juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kami yang mulai membuahkan hasil,” katanya.
Simon bilang GOTO memasuki sisa 2026 dengan arus kas bebas yang disesuaikan positif dan neraca keuangan yang kuat. Ini menegaskan kembali pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp 3,2 triliun–Rp 3,4 triliun.
"Kami tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di angka Rp 3,2 triliun–Rp 3,4 triliun, meskipun mencatatkan kinerja yang kuat pada kuartal pertama 2026,” ucapnya.
Simon bilang hal tersebut mempertimbangkan ketidakpastian makroekonomi global yang terjadi saat ini.
Dia juga menegaskan proyeksi tersebut mencerminkan estimasi awal yang seluruhnya masih bergantung pada berbagai risiko.
Tonton: Aturan Baru DHE SDA Bakal Rilis, Perhapi Ingatkan Risiko Cashflow Perusahaan Tambang
Rekomendasi Saham GOTO
Hingga penutupan perdagangan hari Selasa 28 April 2026, harga saham GOTO stagnan di level 53. Namun harga saham GOTO terakumulasi melemah 16 poin atau 23,19% sejak awal tahun 2026.
Sejumlah analis kompak rekomendasi beli saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Perusahaan sektor teknologi ini diproyeksikan memiliki kinerja bagus dan mencetak laba pada tahun 2026. Segmen financial technology (fintech) diperkirakan menjadi motor utama pertumbuhan kinerja perseroan.
Rekomendasi beli saham GOTO antara lain disampaikan Research Analyst Deutsche Bank, Peter Milliken, Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Christopher Rusli, dan Analis OCBC Sekuritas, Gani. Mereka merekomendasikan buy saham GOTO dengan target harga:
- Rp 95 per saham (Deutsche Bank)
- Rp 100 per saham (Ciptadana Sekuritas Asia)
- Rp 110 per saham (OCBC Sekuritas)
Secara keseluruhan, analis memproyeksikan kinerja GOTO tahun 2026 sebagai berikut:
- Pendapatan: Rp 18,49 triliun
- Laba bersih: Rp 439 miliar
Sebagai perbandingan, pada 2025 GOTO mencatat pendapatan Rp 18,32 triliun dan masih rugi Rp 1,18 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













