Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.160
  • SUN95,68 0,05%
  • EMAS663.000 -1,19%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

GMF AeroAsia (GMFI) meraup pendapatan US$ 470 juta tahun lalu

Selasa, 19 Februari 2019 / 11:07 WIB

GMF AeroAsia (GMFI) meraup pendapatan US$ 470 juta tahun lalu
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia di GMF AeroAsia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan operasional senilai US$ 470 juta sepanjang tahun 2018. Pendapatan perusahaan maintenance, repair & overhaul (MRO) ini tumbuh sebesar 7% ketimbang pendapatan 2017 sebesar US$ 439 juta.

Pendapatan yang diperoleh dari grup Garuda Indonesia sebesar 55% sedangkan dari nongrup sebesar 45%. Peningkatan pendapatan dari nongrup ini signifikan dibandingkan tahun 2017 sebesar 36%.


Iwan Joeniarto, Direktur Utama GMF mengatakan, peningkatan pendapatan nongrup ini menunjukkan konsistensi GMF mendapat kepercayaan dari maskapai di luar grup. "Kami terus meningkatkan capaian pendapatan dari nongrup untuk membuktikan kualitas dan daya saing GMF patut diperhitungkan di industri MRO baik dalam maupun luar negeri,” ungkap Iwan dalam keterangan resmi, Selasa (19/2).

Selain itu, pada tahun 2018, capaian kinerja GMF juga menunjukkan pergeseran bisnis sesuai dengan rencana kerja perusahaan. Hal ini terlihat dari pertumbuhan pendapatan dari segmen bisnis perawatan mesin pesawat yang tumbuh signifikan sebesar 61,5% year on year (yoy). "GMF mencatatkan pendapatan sebesar US$ 116,5 juta dari perawatan mesin pesawat. Selain itu, pertumbuhan juga dialami segmen bisnis komponen pesawat yang naik sebesar 5,6% yoy," tuturnya.

Alhasil, di tahun buku 2018 GMF mengantongi laba bersih sebesar US$ 30,7 juta. Angka ini Laba bersih ini merosot 40,06% jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai US$ 50,95 juta.

Laba yang turun ini disebabkan oleh kenaikan beban material yang mencapai 28,04% menjadi US$ 107,66 juta dan beban subkontrak yang naik 19,26% menjadi US$ 113,83 juta.

Menurut Iwan, beban material subkontrak meningkat karena naiknya harga material subkontrak vendor selama 2018 serta adanya beban keuangan akibat dari kondisi makro ekonomi yang membebani pelanggan GMF sehingga berpengaruh kepada keuangan operasional maskapai termasuk biaya perawatan.

“Kami akan meningkatkan kapabilitas dan kapasitas dari segmen produk yang kita miliki agar bisa menaikan profit margin dan membentuk skema pembayaran yang memberikan kenyamanan kepada perusahaan juga terhadap pelanggan GMF," tuturnya.

Di sisi lain, kata Iwan GMF juga mencatatkan capaian operasional service level agreement sebesar 99,36%. Angka ini diikuti oleh tingkat kepuasan pelanggan yaitu 4,0 dari skala 4,5.


Reporter: Nur Pehatul Janna
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0039 || diagnostic_api_kanan = 0.8427 || diagnostic_web = 20.9923

Close [X]
×