kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Genjot Dana Kelolaan Reksadana, Begini Jurus Batavia Prosperindo AM


Senin, 12 Oktober 2026 / 17:00 WIB
Genjot Dana Kelolaan Reksadana, Begini Jurus Batavia Prosperindo AM
ILUSTRASI. Batavia Prosperindo Aset Manajemen (dok/ist)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen mengandalkan penambahan mandat dari investor institusi dan penguatan pemasaran kepada investor ritel untuk mendorong pertumbuhan dana kelolaan reksadana atau asset under management (AUM).

Direktur Batavia Prosperindo Asset Management Eri Kusnadi mengatakan, pihaknya akan mempertahankan strategi bisnis yang berjalan dengan memperluas basis investor institusi serta meningkatkan promosi dan edukasi kepada investor ritel melalui Agen Penjual Efek Reksadana (APERD).

“Dari kami tetap mempertahankan strategi besar kami. Mencari investor institutional berkualitas dan menambah mandat. Di sisi retail kami aktif melakukan promosi dan edukasi di APERD kami,” ujar Eri kepada Kontan, Senin (12/10/2026).

Baca Juga: Mirae Prediksi MSCI Masih Bekukan Saham RI, BREN, DSSA & AMMN Perlu Penuhi Syarat

Selain memperluas basis investor, Batavia juga berencana menambah produk secara bertahap. Pengembangan produk akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan tren pasar.

Berdasarkan data Infovesta, dana kelolaan Batavia Prosperindo Aset Manajemen mencapai Rp 47,43 triliun per September 2026, naik dari Rp 38,28 triliun pada akhir 2025.

Untuk mendukung pengembangan bisnis, Batavia mengelola produk reksadana dari tiga kelas aset utama, yakni pasar uang (money market), pendapatan tetap (fixed income), dan saham (equity). Menurut Eri, masing-masing kelas aset memiliki segmen atau kebutuhan investor tersendiri.

Adapun mengenai target dana kelolaan hingga akhir 2026, Eri belum mengungkapkan angka spesifik yang dibidik perusahaan.

Baca Juga: IHSG Ambruk 2,59% ke 5.936, Top Losers LQ45: CUAN, GOTO, EXCL, Senin (12/10)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×