Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mempercepat pembenahan transparansi dan tata kelola pasar modal setelah FTSE Russell menunda penyesuaian indeks saham Indonesia hingga Desember 2026.
Penundaan tersebut menjadi kesempatan bagi BEI dan otoritas pasar modal untuk memperkuat reformasi yang dibutuhkan agar pasar saham Indonesia semakin transparan dan mudah diakses investor global.
Baca Juga: GMFI Targetkan Kontribusi MRO Segmen Pertahanan Capai 20% dalam Lima Tahun
FTSE Russell memutuskan menunda penambahan saham Indonesia maupun sebagian besar perubahan klasifikasi indeks hingga periode peninjauan berikutnya pada Desember 2026.
Penundaan mencakup masuknya emiten baru hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), perubahan kelas kapitalisasi pasar (market cap), penyesuaian porsi saham beredar di publik (free float), hingga perubahan weight adjustment factor (WAF) dari nol menjadi positif.
FTSE Russell menyebut keputusan tersebut memberikan waktu tambahan untuk mengamati efektivitas reformasi pasar yang tengah dijalankan Indonesia.
"Langkah ini memberikan waktu tambahan untuk mengamati dan memantau reformasi pasar serta efektivitasnya," sebut FTSE Russell dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Rupiah Spot Menguat 0,15% ke Rp 17.836 per Dolar AS pada Rabu (19/8) Siang
Transparansi Kepemilikan Jadi Sorotan
Meski menunda sebagian besar perubahan indeks, FTSE Russell tetap mencermati langkah pembenahan yang dilakukan otoritas Indonesia.
Sejumlah reformasi yang mendapat perhatian antara lain peningkatan transparansi data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, publikasi daftar kepemilikan saham terkonsentrasi atau high shareholding concentration (HSC), serta peningkatan kualitas pelaporan klasifikasi investor.
Baca Juga: IHSG Melemah 0,60% ke 6.411 pada Sesi I Rabu (19/8), ESSA, PGEO, INCO Top Losers LQ45
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, BEI mengapresiasi keputusan FTSE Russell yang memperpanjang periode monitoring dan observasi terhadap reformasi pasar modal Indonesia.
"BEI mengapresiasi keputusan FTSE atas treatment untuk pasar modal Indonesia pada September 2026, yang memperpanjang proses monitoring dan observasi atas efektivitas reformasi yang dilakukan," ujar Jeffrey kepada Kontan, Rabu (19/8/2026).
Menurut dia, BEI akan terus melakukan pembaruan metodologi pengawasan untuk meningkatkan aspek keterdagangan (tradeability) saham sekaligus mempermudah investor dalam mereplikasi indeks.
Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah menambahkan indikator Price Impact Ratio per 15 Juli 2026 untuk menentukan saham yang masuk dalam kategori HSC.
Saham yang masuk dalam daftar tersebut akan dikeluarkan dari indeks utama atau flagship index.
Baca Juga: Lanjutkan Penguatan, Cek Profil Emiten KIJA, Lini Bisnis, dan Kinerja Terbaru Q2 2026
BEI Siapkan Penguatan Data Kepemilikan
BEI juga membuka peluang untuk mengintegrasikan informasi afiliasi dengan laporan keterbukaan informasi pemegang saham di atas 1%.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran struktur kepemilikan saham yang lebih transparan kepada investor dan penyedia indeks global.
Upaya tersebut menjadi penting mengingat sejumlah penyedia indeks global masih melakukan evaluasi terhadap kualitas dan keterbukaan pasar modal Indonesia.
Selain FTSE Russell, MSCI juga memperpanjang peninjauan terhadap pasar Indonesia, sementara S&P Dow Jones Indices sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan penurunan klasifikasi Indonesia menjadi pasar frontier.
Baca Juga: IHSG Melemah pada Perdagangan Rabu (19/8) Pagi, WIFI, EXCL, INDY Top Losers LQ45
Jeffrey menegaskan, BEI akan terus berkomunikasi dengan penyedia indeks global untuk menjawab berbagai perhatian investor terkait transparansi dan tata kelola.
"Kami akan terus menjalin komunikasi dengan seluruh global index provider untuk menjawab seluruh concern dari investor global dan meningkatkan integritas serta governance pasar," pungkas Jeffrey.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
