Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - LONDON. FTSE Russell kembali menunda penambahan saham baru yang berasal dari bursa saham Indonesia dan sebagian besar perubahan klasifikasi indeks, setidaknya hingga Desember 2026, kata penyedia indeks pada hari ini.
Selasa (18/8/2026), FTSE Russell mengatakan, penundaan ini akan memberikan periode pengamatan yang lebih lama untuk menilai efektivitas reformasi pasar yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan integritas di pasar modal Indonesia.
Asal tahu saja, penambahan saham baru dari pasar modal Indonesia telah ditahan sejak Februari.
Langkah ini dilakukan di tengah pasar Indonesia yang terus menghadapi pengawasan ketat dari penyedia indeks global mengenai transparansi pasar dan kemampuan investasi.
Baca Juga: IHSG Diproyeksikan Bergerak Terbatas pada Rabu (19/8), Simak Pilihan Sahamnya
Sebelumnya, penyedia indeks MSCI mengatakan pada akhir bulan Juni lalu bahwa pihaknya akan memperpanjang tinjauan pasarnya hingga bulan November 2026 untuk menilai reformasi yang dilakukan oleh otoritas bursa Indonesia.
Sementara S&P Dow Jones Indices memperingatkan pada awal bulan Juli bahwa peringkat Indonesia dapat diturunkan ke status frontier market.
Pada hari Selasa, FTSE Russell mengatakan pihaknya telah meninjau langkah-langkah yang diperkenalkan oleh otoritas bursa saham di Indonesia, termasuk pengungkapan data kepemilikan pemegang saham di atas 1%, publikasi daftar konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi dan penyempurnaan pelaporan klasifikasi investor.
Penyedia indeks akan melakukan beberapa perubahan pada peninjauannya di bulan September, termasuk pembaruan klasifikasi industri, pembaruan pangsa triwulanan, penurunan free-float, pembatasan pembaruan, dan penghapusan yang terkait dengan layar kelayakan indeks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
