Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyedia indeks global, FTSE Russell mengumumkan pasar modal Indonesia tetap dalam status Secondary Emerging Market. Keputusan ini keluar dalam tinjauan sementara April 2026.
Pada Maret sebelumnya, anak usaha usaha London Stock Exchange Group ini mengumumkan menunda evaluasi. Ini menyusul keputusan MSCI terkait ketidakpercayaan akan transparansi pasar saham Indonesia.
Dalam laporannya, FTSE Russell menyatakan masih mencermati perkembangan reformasi integritas pasar modal Indonesia. FTSE Russell turut menyoroti sejumlah perbaikan yang sudah dilakukan regulator Indonesia.
Baca Juga: Rupiah Menguat Ditopang Gencatan Senjata AS-Iran, Ini Proyeksi Kamis (9/4)
Namun, FTSE Russell menilai progres tersebut masih perlu waktu untuk diimplementasikan secara konsisten. Dus, Indonesia belum dipertimbangkan untuk masuk ke dalam Watch List, yang biasanya menjadi tahap awal menuju potensi kenaikan klasifikasi pasar.
Ke depan, FTSE Russell akan kembali mengevaluasi perlakuan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks berikutnya pada Juni 2026, dengan mempertimbangkan perkembangan reformasi serta masukan dari pelaku pasar.
Dalam klasifikasi Secondary Emerging Market, Indonesia bersanding dengan pasar ekuitas Chili, Cina, Kolombia, Mesir, Islandia, India, Kuwait, Filipina, Qatar, Romania, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab.
Head of Investment Information Mirae Asset Martha Christina menjelaskan dari jajaran negara yang masuk dalam kategori tersebut, yang paling besar adalah pasar Cina dengan bobot sekitar 30%.
“Pasar Indonesia punya porsi sekitar 1%, tetapi pengumuman ini penting untuk saham-saham yang terdaftar atau terpilih masuk ke dalam indeks FTSE,” jelasnya dalam paparan, Rabu (8/4/2026).
Namun Martha menekankan hasil peninjauan indeks akan diumumkan Juni 2026 dan belum ada kepastian apakah pasar saham Indonesia masih dibekukan atau seperti apa karena FTSE Russell masih menunggu perkembangan reformasi pasar modal.
Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Fath Aliansyah menjelaskan pengumuman FTSE Russell menjadi kabar positif dan penyejuk di tengah minimnya sentimen positif.
Fath menilai pengumuman FTSE Russell bisa menjadi bayangan langkah yang akan diambil oleh MSCI dan membuka harapan kalau penyedia indeks asal Amerika Serikat (AS) itu melakukan hal yang serupa.
“FTSE Russell tidak melakukan downgrade, tetapi tidak serta merta pasti MSCI mengikuti. Namun ini bisa menjadi pertimbangan,” ucapnya.
Baca Juga: United Tractors (UNTR) Ubah Jangka Waktu dan Suku Bunga Pinjaman dengan Anak Usahanya
Pengumuman ini pun menjadi sentimen positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di mana, IHSG ditutup menguat 4,42% atau naik 308,18 poin ke level 7.279,21.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












