Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengevaluasi papan pemantauan khusus dengan skema full call auction (FCA) yang ditargetkan tuntas pada kuartal II-2026 diyakini dapat berdampak positif pada meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia.
Dalam berita sebelumnya, Pejabat Sementara Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan, evaluasi merupakan bagian dari peninjauan berkala atas seluruh kebijakan BEI, termasuk full call auction.
Menurutnya, masih ada ruang bagi BEI untuk melakukan penyempurnaan atas perbaikan terhadap kebijakan tersebut yang diharapkan akan meningkatkan transparansi.
Baca Juga: Bocoran BEI, 8 Calon Emiten Segera IPO di 2026, 5 Beraset Jumbo
Ketika disinggung mengenai perubahan mekanisme perdagangan kembali menjadi continuous auction, Jeffrey bilang semua kemungkinan terbuka lebar dan mungkin saja terjadi.
Pasalnya, Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell pada 2024 pernah menyoroti kebijakan full periodic call auction BEI usai saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masuk ke dalam papan pemantauan khusus.
Alhasil, BREN batal masuk dalam FTSE Global Equity Index pada rebalancing Juni 2024. FTSE menyoroti mekanisme lelang berkala dengan order book tertutup atau blind order book yang dinilai mengurangi transparansi.
Praktisi Pasar Modal Raden Bagus Bima mengatakan, sejatinya FCA merupakan mekanisme yang adil lantaran harga saham terbentuk berdasarkan order beli atau jual pada sebuah harga.
Baca Juga: BEI Bakal Evaluasi FCA, Begini Dampaknya bagi Pasar Saham Indonesia
Tujuan awal BEI menerapkan mekanisme ini yakni untuk meningkatkan perlindungan investor dan likuiditas saham serta mendongkrak rata-rata nilai transaksi harian saham di bursa.
Evaluasi FCA memang cukup urgen di tengah peningkatan inklusi pasar saham di Indonesia yang sayangnya kurang dibarengi oleh literasi matang dari investor. Alhasil, hal ini dapat menimbulkan kerugian besar dari sisi investor.
Terlebih lagi, mekanisme FCA pada bid offer saham tidak terlihat secara menyeluruh, melainkan hanya dua opsi harga saja. Investor awam pun dikhawatirkan akan terjerumus melihat hype saham FCA.
Dengan begitu, menurut Raden, solusi yang bisa diterapkan bursa adalah menampilkan bid-offer real-time selama sesi FCA, bukan blind auction yang membuat investor seolah-olah membeli saham berdasarkan perjudian.
Baca Juga: OJK Jatuhkan Denda Miliaran atas Manipulasi Saham, dari Korporasi hingga Influencer
Di samping itu, saham-saham dengan fundamental bagus tetapi naik secara signifikan disarankan jangan terlalu mudah dikenakan suspensi, apalagi hingga masuk FCA.
"Hal ini berdampak pada padagangan dari lembaga indeks global seperti MSCI yang menghindari saham jika sudah masuk papan FCA," ujar dia, Minggu (22/2) malam.
Raden menambahkan, jika evaluasi FCA dilakukan secara tepat pada pos-pos tertentu, maka hal ini akan memberikan dampak positif bagi pasar saham Indonesia dengan memulihkan kepercayaan investor ritel melalui transparansi bid-ask real-time dan peningkatan edukasi investor tentang papan FCA.
Tak hanya itu, susunan saham-saham FCA saat ini tentu dapat berubah tergantung hasil evaluasi dari BEI.
Lantas, bagi investor yang memegang saham FCA sebaiknya tetap fokus mengevaluasi fundamental emiten seperti prospek kinerja, tata kelola, dan potensi keluar papan pemantauan khusus. Investor juga mesti menghindari spekulasi jangka pendek sambil menerapkan manajemen risiko.
Baca Juga: Nusantara Almazia (NZIA) Jawab BEI soal Lonjakan Harga Saham
Di sisi lain, bagi investor yang belum memiliki saham FCA, maka disarankan untuk terus memantau evaluasi kuartal II-2026 terkait peluang undervalued pada saham FCA potensial.
"Prioritaskan saham likuid berfundamental solid dengan analisis mendalam, serta tingkatkan literasi dari info resmi BEI agar terhindari dari hype sementara," pungkas dia.
Selanjutnya: Emas Tembus Level Tertinggi 3 Pekan: Mengapa Aset Safe Haven Ini Kembali Diburu?
Menarik Dibaca: Kantong Aman! Semua Promo HokBen Februari Bikin Makan Puas & Hemat Mulai Rp 10 Ribuan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)