Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
Seiring ekspansi, skala operasional Erajaya juga semakin besar. Hingga 2025, perusahaan mengoperasikan 2.333 gerai, didukung lebih dari 70 distribution center dan jaringan distribusi ke lebih dari 54.000 outlet pihak ketiga. Sepanjang tahun tersebut, Erajaya juga menambah 345 gerai baru.
Dengan footprint yang semakin luas, eksposur terhadap isu ESG seperti konsumsi energi, pengelolaan limbah, dan rantai pasok turut meningkat.
“Ekspansi bisnis akan meningkatkan kompleksitas operasional dan risiko ESG. Karena itu, pengelolaan keberlanjutan menjadi krusial,” tambah Hendra.
Dalam laporan keberlanjutannya, Erajaya mulai menampilkan berbagai inisiatif ESG yang lebih terukur. Salah satu fokus utama adalah pengelolaan limbah elektronik (e-waste) melalui program erafone Jaga Bumi.
Baca Juga: Pendapatan Melonjak 286% Kuartal I-2026, Analis Rekomendasi Beli Chandra Asri (TPIA)
Sepanjang 2025, perusahaan mendaur ulang 3.911 unit sampah elektronik, yang berkontribusi terhadap potensi pengurangan emisi hingga 437 ton CO2e per tahun serta penghematan energi sebesar 301.261 kWh.
Selain itu, Erajaya juga menjalankan program konservasi lingkungan, termasuk penanaman dan perawatan 7.486 pohon di area seluas 16 hektare di Bogor dan Bandung.
Di sisi operasional, perusahaan mulai menerapkan berbagai inisiatif seperti zero waste initiative, penggunaan green merchandise, serta pengurangan konsumsi air.
Menurut Hendra, pengelolaan e-waste kini bukan lagi sekadar tanggung jawab sosial, melainkan telah menjadi faktor bisnis yang material.
“Perusahaan yang lebih siap akan memiliki keunggulan kompetitif, baik dari sisi kepatuhan maupun persepsi investor,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya perhatian regulator terhadap sustainable finance, Otoritas Jasa Keuangan dan BEI juga terus mendorong penguatan implementasi ESG serta keterbukaan informasi di pasar modal.
Baca Juga: Nilai Transaksi Kripto Menyusut, Investor Mulai Beralih ke Aset Aman?
Bagi perusahaan dengan skala besar dan basis konsumen luas, ESG kini mulai bertransformasi dari sekadar program menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Langkah Erajaya memperkuat pelaporan keberlanjutan mencerminkan bahwa ESG semakin diposisikan sebagai fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis di tengah ekspansi yang agresif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













