kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Erajaya (ERAA) Perkuat ESG di Tengah Lonjakan Kinerja dan Ekspansi Bisnis


Rabu, 06 Mei 2026 / 20:01 WIB
Erajaya (ERAA) Perkuat ESG di Tengah Lonjakan Kinerja dan Ekspansi Bisnis
ILUSTRASI. Erajaya Digital Hadirkan Pengalaman AI Android di erafone (Dok/Erajaya Digital)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) semakin memperkuat pendekatan environmental, social, and governance (ESG) di tengah ekspansi dan pertumbuhan bisnis yang terus berlanjut.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap praktik bisnis berkelanjutan, aspek ESG kini menjadi salah satu pertimbangan utama bagi investor maupun konsumen dalam menilai perusahaan.

Baca Juga: Transaksi Kripto RI Turun Maret 2026, Dipicu Sentimen Global dan Domestik

Publik tidak hanya melihat kinerja keuangan, tetapi juga bagaimana perusahaan mengelola dampak lingkungan, tata kelola operasional, serta kontribusi sosialnya.

Ekspektasi terhadap transparansi dan praktik bisnis yang bertanggung jawab pun semakin meningkat, khususnya di sektor consumer-facing, seiring meningkatnya kesadaran pasar terhadap pentingnya keberlanjutan dalam menjaga bisnis jangka panjang.

Momentum ini tercermin dari langkah Erajaya yang untuk pertama kalinya merilis sustainability report secara terpisah dari annual report.

Laporan keberlanjutan perdana tersebut dirilis bersamaan dengan laporan keuangan kuartal I-2026 pada 30 April 2026.

Baca Juga: Transaksi Kripto Turun, Ini Katalis yang Bisa Dongkrak Lagi Pasar

Dalam laporan itu, Erajaya mencatat ESG Score sebesar 17,03 dengan kategori Low Risk berdasarkan penilaian Sustainalytics IDX ESG Risk Rating yang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia.

Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai, tren pemisahan sustainability report menunjukkan adanya perubahan pendekatan perusahaan terhadap ESG.

“ESG kini mulai menjadi bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar formalitas pelaporan,” ujarnya melalui keterangannya Rabu (6/5/2026).

Di sisi kinerja, ERAA mencatat pertumbuhan yang signifikan. Pada kuartal I-2026, penjualan neto mencapai Rp22,4 triliun atau tumbuh 41,12% secara tahunan (YoY).

Laba bersih bahkan melonjak 133,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara total aset meningkat menjadi Rp31,5 triliun.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Teknikal Saham ASII, TOWR, dan CPIN, Perdagangan Kamis (7/5)

Pertumbuhan ini mencerminkan kontribusi diversifikasi bisnis terhadap kinerja perusahaan. Namun, lonjakan laba yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan juga menjadi perhatian tersendiri.

“Lonjakan laba bersih perlu dicermati. Bisa menjadi sinyal positif jika didorong efisiensi, tetapi juga berisiko jika berasal dari faktor non-berulang,” jelas Hendra.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×