kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Enam saham turun, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil


Selasa, 06 November 2018 / 06:53 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Senin (5/11) Bursa Efek Indonesia (BEI) hijau. Ketika bursa saham tutup warung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertambah 14,30 poin (0,24%), sebelum bertengger di angka indeks 5.920,59.

LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, juga menghijau. Naik 3,12 poin (0,33%), LQ45 berakhir di 944,71.

Lippo Karawaci Tbk (LPKR), Waskita Karya Tbk (WSKT) dan Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing dengan PER 2,83 kali, 3,41 kali, dan 5,13 kali. Posisi selanjutn diisi oleh LPPFINDYINKPWSBPADROAKRA, dan BBTN.

Dari seluruh saham yang yang masuk dalam daftar ini, enam saham harganya turun dari harga penutupan sebelumnya. Mereka adalah LPKR, SRIL, Matahari Department Store Tbk (LPPF), Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

No. Kode Harga (2/11) Harga (5/11) PBV (kali) PER (kali)
1 LPKR 282 280 0,23 2,83
2 WSKT 1.505 1.505 0,78 3,41
3 SRIL 356 354 0,97 5,13
4 LPPF 4.830 4.770 5,96 5,17
5 INDY 2.240 2.330 0,73 5,52
6 INKP 11.700 10.900 1,18 6,08
7 WSBP 318 318 1,16 6,12
8 ADRO 1.585 1.575 0,78 8,08
9 AKRA 3.520 3.530 1,48 8,19
10 BBTN 2.350 2.330 1,06 8,26

Sumber: RTI

Ada dua saham yang harga penutupannya tidak berubah dari hari perdagangan sebelumnya, yaitu WSKT dan Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Dua saham yang lainnya lagi turun harga dibanding harga penutupan sebelumnya. Mereka adalah AKR Korporindo Tbk (AKRA) dan Indika Energy Tbk (INDY).

Price earning ration (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.

Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×