kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.778   -37,00   -0,22%
  • IDX 8.073   150,51   1,90%
  • KOMPAS100 1.129   21,84   1,97%
  • LQ45 818   12,10   1,50%
  • ISSI 287   8,63   3,10%
  • IDX30 428   6,73   1,60%
  • IDXHIDIV20 513   7,80   1,54%
  • IDX80 126   2,38   1,93%
  • IDXV30 140   4,62   3,41%
  • IDXQ30 139   1,53   1,11%

Emiten makanan dan minuman kehilangan momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini


Selasa, 28 April 2020 / 07:00 WIB
Emiten makanan dan minuman kehilangan momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten makanan dan minuman terkena dampak pandemi Covid-19 seiring dengan moblilitas manusia di pertokoan, pasar, dan pusat perbelanjaan lainnya yang turun signifikan. Ramadan dan Lebaran yang biasanya jadi momentum untuk mengerek pemasukan juga diprediksi tak banyak membantu.

Direktur PT Kino Indonesia Tbk (KINO) Budi Muljono memperkirakan, kegiatan perekonomian akan relatif lebih stagnan pada bulan Ramadan kali ini.

"Mengingat, adanya himbauan pemerintah agar tidak ada acara kumpul selama bulan Ramadan yang biasanya digunakan untuk menggelar buka puasa bersama dan lain-lain," tutur dia saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (27/4).

Baca Juga: Distribusi masih lancar, Kino Indonesia (KINO) percaya diri bisa tetap tumbuh

Padahal, KINO biasanya bisa mencatatkan kenaikan penjualan pada bulan Ramadan, khususnya untuk produk minuman andalannya, yakni Cap Kaki Tiga. Penjualan Cap Kaki Tiga dapat meningkat 10%-15% dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Oleh karena itu, Budi menyampaikan, KINO saat ini lebih fokus pada pengembangan produk hand sanitizer seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat atas kesehatan pribadi.

"Diharapkan hand sanitizer bisa menjadi pendorong pertumbuhan saat produk lain agak stagnan karena kondisi saat ini," ucap Budi.

Bahkan, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) telah merevisi target penjualannya untuk tahun 2020, dari 20% menjadi 5%-10%.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×