kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Emiten emisi kecil dominasi IPO 2019, ini kata BEI


Kamis, 21 November 2019 / 13:37 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi (tengah)


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang 2019, sudah ada 46 emiten yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Yang terakhir, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) resmi melantai dan menjadi anggota BEI ke-659.

Jika diperhatikan, emiten yang melantai di BEI sepanjang 2019 didominasi emisi yang kecil. Misalkan saja TEBE. Dari hasil Initial Public Offering (IPO), TEBE hanya meraup dana segar senilai Rp 38,36 miliar.

Ada pula PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) yang hanya meraup dana segar senilai Rp 20,25 miliar dari hasil IPO.

Baca Juga: Resmi melantai di bursa, saham Dana Brata Luhur (TEBE) melesat 49,77%

Meski demikian, ada pula emiten muda yang memiliki nilai emisi yang cukup besar. 

Kontan.co.id mencatat, nilai emisi terbesar berasal dari IPO PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) sebesar Rp 4,76 triliun yang resmi melantai pada 9 Juli 2019.

Ada pula PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) yang menawarkan 1,23 miliar saham baru di harga Rp 840 per saham. Dengan harga tersebut, GGRP meraup dana Rp 1,03 triliun.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan banyaknya emiten emisi kecil yang IPO merupakan salah satu upaya untuk mengakomodir usaha menengah untuk mendapatkan modal lewat pasar modal.

"Kami ini serba salah. Kami akomodir small medium enterprize, salah. Kami hanya akomodir perusahaan yg besar, salah juga," ujar Inarno usai pembukaan Sharia Investment Week 2019, Kamis (21/11).

Baca Juga: Kebutuhan hunian co-living tinggi, Analis: Saatnya perusahaan properti IPO

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, masih ada 38 perusahaan yang masuk pipeline BEI. Sebanyak 34 di antaranya menggunakan tahun buku per Juni 2019 dan siap untuk tercatat tahun ini. Sementara empat perusahaan lainnya menggunakan tahun buku per Agustus dan September.

Nyoman menegaskan bahwa BEI akan tetap melakukan screening dan seleksi yang ketat terhadap 34 calon emiten yang siap melantai tersebut. 

Hal ini dilakukan sebagai upaya BEI menjamin perusahaan yang tercatat memiliki prospek dan perkembangan bisnis yang baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×