CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Emiten baja mencari berkah dari aturan SNI dan TKDN 40%


Rabu, 07 Oktober 2020 / 08:05 WIB


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

Meski demikian, saat ini WIKA juga masih menggunakan sebagian komponen baja impor dii proyeknya, yang mayoritas dikirim dari China dan Vietnam.

Mahendra mengatakan saat ini Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka yang dimiliki WIKA Industri & Konstruksi (WIKA IKON)  sudah rampung dikerjakan, tinggal merampungkan tahap commissioning dan pengaturan mesin-mesin. Hanya saja, pabrik baja WIKON merupakan pabrik perakitan struktur baja, bukan bahan baku bajanya. “Jadi kami masih memerlukan bahan baku bajanya,” kata dia.

Baca Juga: Ganti nama, Sreeya Sewu tetap menggunakan kode saham SIPD

Sementara Sekretaris Perusahaan PT Total Bangun Persada (TOTL) Mahmilan Sugiyo menjelaskan, selama ini TOTL menggunakan supplier baja dalam negeri dalam proses konstruksi. TOTL juga tidak pernah melakukan impor secara langsung untuk pekerjaan baja dan untuk pembesian beton.

Catatan Kontan.co.id, hingga pertengahan September 2020, TOTL telah menggenggam kontrak baru sebesar Rp 497 miliar. Kontrak baru yang diraih oleh TOTL tahun ini berupa proyek bangunan hotel, perkantoran, pendidikan dan pabrik, serta pusat perbelanjaan. 

Selanjutnya: Melebarkan sayap, Telkom akan memperkuat bisnis digital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×