kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Emas Masih Berkilau Jelang Pengumuman Kebijakan Tarif Trump


Rabu, 02 April 2025 / 14:55 WIB
Emas Masih Berkilau Jelang Pengumuman Kebijakan Tarif Trump
ILUSTRASI. Emas spot masih unjuk gigi dengan harga tinggi selagi pasar menanti kepastian kebijakan tarif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. REUTERS/Michael Dalder


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emas spot masih unjuk gigi dengan harga tinggi selagi pasar menanti kepastian kebijakan tarif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, emas menjadi aset safe haven yang paling berkilau. 

Menurut Trading Economics, Rabu (2/4) pukul 13.45 WIB, emas spot berada di level US$ 3.118,46 per ons. Angka ini meningkat 0,11% secara harian dan 3% secara mingguan. 

Dibanding komoditas lainnya, emas menunjukkan performa paling gemilang. Misalnya dibanding perak yang masih bergerak fluktuatif dalam sepekan dengan penurunan 0,33% secara mingguan di US$ 33,661 per ons, atau dengan tembaga yang turun 4% secara mingguan di US$ 5,0222 per pound pada waktu yang sama.

Baca Juga: Kinerja Komoditas Emas Masih Merajai Sepanjang Maret, Aset Kripto Paling Keok

Pasca pelantikannya, Trump memasang tarif sebesar 20% untuk semua produk impor China akibat krisis fentanyl. Kemudian, tarif 25% untuk produk baja dan aluminium serta barang-barang turunannya yang senilai US$ 150 miliar, termasuk kendaraan otomotif, dari negara-negara lainnya termasuk Kanada dan Meksiko. 

Hal ini memicu aksi balasan dari negara-negara mitra dagang AS yang kemudian memantik ketegangan dagang global. Tarif untuk Kanada dan Meksiko sempat diberikan pengecualian, tetapi hanya hingga Rabu (2/4) hari ini. Kini, dunia menunggu keputusan lanjutan Trump terkait kebijakan tersebut.

Kondisi yang kian memanas antara negara-negara major currencies mendorong investor beralih ke aset yang lebih rendah risiko seperti emas. Pasalnya, Gedung Putih belum juga memberikan rincian terkait cakupan kebijakan tarif yang akan diberlakukan. Pemerintah AS hanya memastikan pemberlakuan kebijakan ini akan segera diumumkan Rabu (2/4) hari ini.

Di samping itu, nilai emas juga didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed menyusul potensi pelemahan ekonomi AS. Rilis ekonomi AS terbaru menunjukkan data tenaga kerja yang lemah dan laporan negatif dari sektor manufaktur. Kini, investor menanti laporan penggajian nonpertanian (NFP) hari Jumat (4/4) mendatang untuk menakar arah suku bunga The Fed.

Baca Juga: Pasca-Rekor, Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 7.000 ke Rp 1,819 Juta

Di samping itu, permintaan reksadana ETF emas secara global turut meningkat. Terbaru, ETF emas China menambah 233.000 ons emas batangan selama seminggu terakhir. 

Di pasar Indonesia sendiri, emas juga masih menjadi pilihan aset menarik. Per Rabu (2/4), harga emas Antam dibanderol di Rp 1.819.000 per gram. Secara harian, harganya turun Rp 7.000 dari rekor ATH Rp 1.826.000 pada Selasa (1/4) kemarin. Namun secara year to date (ytd), harganya meningkat hingga 20%.

Selanjutnya: Trafik Kendaraan Meningkat, Begini Kesiapan ASDP Jelang Arus Balik Lebaran

Menarik Dibaca: Ini Dia Sayuran yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Asam Urat secara Berlebihan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×