kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

El-Nino masih topang kenaikan harga CPO


Selasa, 24 November 2015 / 17:19 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Setelah mengalami penurunan dalam tiga hari beruntun, harga CPO berhasil terangkat. Tingginya pasokan dinilai akan terkikis ancaman El-Nino.

Mengutip Bloomberg, Selasa (24/11) pukul 14.35 WIB harga CPO kontrak pengiriman Februari 2015 di bursa Malaysia Derivative Exchange melesat 0,61% ke level RM 2.296 per metrik ton. Harga ini rebound setelah tiga hari beruntun mengalami penurunan. Dalam sepekan terakhir harga terhitung naik 0,13%.

Menurut Wahyu Tri Wibowo, Analis Central Capital Futures bukan berarti penguatan harga CPO tidak dibayangi oleh pelemahan. Sebabnya, ringgit Malaysia sedang mengalami rebound. Itu menahan langkah CPO untuk mempertahankan keunggulan.

Belum lagi produksi yang masih tinggi. “Di Indonesia dan Malaysia terjadi pembengkakan stok,” kata Wahyu. Stok CPO Oktober 2015 di Indonesia mencapai 3 juta ton dan di Malaysia hingga 2,83 juta ton.

Hanya saja memang faktor ini tidak terlalu besar pengaruhnya setelah sentimen dari dugaan El-Nino yang melanda bisa mengikis stok yang ada. “El-Nino jadi salah satu faktor penting dari arah penguatan harga CPO hingga akhir tahun,” kata Wahyu.

Bukan tanpa alasan, karena prediksi James Fry, Chairman LMC International menduga efek dari El-Nino, produksi di Indonesia akan tergerus 8% - 10% dan produksi Malaysia sekitar 6% - 7%. Imbas terbesar akan dirasakan pada tahun 2016 mendatang. Masih prediksi Fry, harga CPO di kuartal satu tahun 2016 bisa melesat ke level US$ 600 per metrik ton dan naik US$ 700 per metrik ton di kuartal dua.

"Sehingga pada akhirnya bayang-bayang stok yang tinggi akan terganti oleh stok yang menipis," kata Wahyu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×