kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.508   8,00   0,05%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

CPO diprediksi sideways beberapa hari ke depan


Kamis, 19 November 2015 / 20:34 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) kembali melemah lantaran ditekan oleh penguatan ringgit Malaysia. CPO diperkirakan bergerak sideways dalam beberapa hari ke depan, namun memiliki peluang menguat hingga akhir tahun.

Mengutip Bloomberg, Kamis (19/11) pukul 15.52 WIB, harga CPO kontrak pengiriman Februari 2016 di Malaysia Derivative Exchange turun 0,7% ke RM 2.301 per metrik ton atau setara US$ 530,6. Dalam sepekan terakhir harga CPO melorot 3,1%.

Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, harga CPO sebenarnya juga mengikuti harga minyak. Oleh karena itu, CPO masih bergerak sideways lantaran terkena imbas pelemahan minyak.

Minyak sempat naik akibat krisis keamanan Timur Tengah. Namun kenaikan harga tidak cukup signifikan mengingat posisi dollar AS yang tetap terjaga. “Saya lihat CPO masih akan sideways dalam beberapa hari ke depan,” ujar Ariston.

Meski demikian, Ariston masih melihat prospek kenaikan harga CPO hingga menyentuh RM 2.400 per metrik ton di penghujung tahun ini.

Sebagian wilayah Indonesia memang sudah memasuki musim penghujan, namun Ariston melihat kekhawatiran badai El Nino masih mewarnai pergerakan harga CPO. Apalagi, El Nino sebelumnya diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Asia Tenggara hingga awal tahun depan.

Permintaan dari India pun berpeluang terus naik. Jika dilihat, India mencatat perkembangan ekonomi yang cukup positif dengan pertumbuah ekonomi sekitar 6% tahun ini dibandingkan tahun 2013 yang hanya 4%.

Lalu dari dalam negeri, Ariston berharap program biodiesel pemeirntah berhasil sehingga memicu kenaikan permintaan CPO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×