Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Noverius Laoli
Meski ada pendorong musiman dari kampanye kesehatan, tekanan daya beli masyarakat menengah serta tren pergerakan nilai tukar rupiah masih menjadi sentimen utama yang perlu dicermati.
Dari sisi profitabilitas, SIDO masih memiliki daya tahan marjin berkat efisiensi bahan baku lokal.
Riset Eka Rahmawati Rahman dari Binaartha Sekuritas dan Rifdah Fatin Hasanah dari INA Sekuritas menunjukkan Gross Profit Margin (GPM) segmen Herbal & Suplemen terjaga naik ke level 61,6%–62% pada kuartal I-2026 berkat penurunan harga jahe dan minyak nilam (patchouli oil), yang mampu meredam tekanan biaya kemasan plastik.
Rifdah menyebutkan bahwa proses normalisasi kanal distribusi diperkirakan rampung pada Mei 2026, yang berpotensi membuka peluang pemulihan bertahap meski target kinerja 2026 direvisi menjadi relatif mendatar (flat).
Saham SIDO saat ini diperdagangkan pada valuasi terdiskon dengan P/E forward sekitar 11x–12x.
Baca Juga: Ramadan Jadi Katalis, Kinerja Sido Muncul (SIDO) Diproyeksi Naik Kuartal I-2026”
Analis Binaartha Sekuritas Eka Rahmawati Rahman mempertahankan rekomendasi BUY dengan Target Price (TP) Rp460 per saham (potensi upside 22%).
Sementara itu, Analis INA Sekuritas Rifdah Fatin Hasanah juga mempertahankan rekomendasi BUY dengan Target Price (TP) Rp460 per saham (potensi upside 24%).
Di sisi lain, Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo merekomendasikan HOLD dengan target harga Rp420.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
