Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) pada 2026 dinilai masih terbuka seiring agresifnya ekspansi fasilitas layanan kesehatan yang dilakukan perseroan. Pembukaan RS Mayapada Cakung serta Mayapada Eye Center Sudirman diperkirakan mulai mendorong pertumbuhan pendapatan, meski profitabilitas jangka pendek berpotensi tertekan.
Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi memperkirakan ekspansi tersebut akan berdampak positif terhadap pertumbuhan top line pada tahun depan, terutama karena fokus layanan spesialis memiliki rata-rata pendapatan per pasien yang lebih tinggi.
“Kontribusi fasilitas baru bisa mendorong pendapatan tumbuh sekitar 10%-15%, tetapi laba bersih masih akan tertekan biaya awal operasional dan depresiasi sebelum mencapai titik impas,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Rupiah Tertekan Meski BI Tahan Suku Bunga di 4,75%, Cek Proyeksi Jumat (20/2)
Selain ekspansi domestik, kolaborasi SRAJ dengan Apollo Hospitals India di Batam juga dinilai berpotensi menjadi faktor perubahan besar bagi perseroan. Status Kawasan Ekonomi Khusus kesehatan di Batam membuka peluang masuknya tenaga medis asing sekaligus transfer teknologi layanan medis.
“Kolaborasi ini berpotensi menjadi hub kesehatan regional dan memperkuat kredibilitas klinis SRAJ di tingkat internasional,” jelasnya.
Dari sisi pergerakan saham, Wafi menilai koreksi harga saham SRAJ sepanjang tahun berjalan lebih dipengaruhi tekanan biaya ekspansi yang tercermin pada laporan keuangan sebelumnya. Namun, ia melihat ruang penurunan mulai terbatas dan momentum peresmian fasilitas baru berpotensi menjadi katalis.
“Koreksi saat ini bisa dimanfaatkan untuk akumulasi, dengan peluang rebound jika perbaikan tingkat okupansi rumah sakit berjalan konsisten,” katanya.
Strategi layanan premium yang diusung SRAJ juga dinilai efektif untuk menjaga margin di tengah persaingan industri rumah sakit. Fokus pada layanan Center of Excellence dinilai membantu perseroan keluar dari kompetisi berbasis volume dan tekanan tarif layanan massal.
Menurutnya, pendekatan ke segmen premium dan pasien asuransi korporasi dapat memperkuat daya saing sekaligus menjaga stabilitas margin jangka panjang.
Dengan berbagai katalis tersebut, Wafi merekomendasikan buy saham SRAJ dengan target harga Rp18.000 per saham.
Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,06% ke Rp 16.894 per Dolar AS pada Kamis (19/2/2026)
Selanjutnya: Emas Antam Bakal Melesat 8%, Geopolitik dan Ramadan Pemicunya
Menarik Dibaca: Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Sumsel Lampung Bangka Belitung Jumat (20/2)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)