kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Ekonom Samuel Sekuritas: Imbal hasil SUN berpotensi turun ke kisaran 7,30%-7,35% hari


Kamis, 04 Juli 2019 / 08:58 WIB


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan akan bergerak turun pada perdagangan Kamis (4/7). Hal ini didorong oleh stabilnya imbal hasil US Treasury ditambah potensi penguatan rupiah. Ekonom memprediksi imbal hasil SUN tenor 10 tahun akan bergerak turun di kisaran 7,30%-7,35% pada hari ini. 

Sebagai informasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun pada Rabu malam stabil di level 1,95%. Sementara imbal hasil US Treasury tenor 30 tahun turun 2 bps ke level 2,46%. Stabilnya imbal hasil US Treasury ditopang oleh isu kemungkinan kenaikan tarif impor barang asal Eropa oleh AS.

“US Treasury menjadi pilihan investasi di tengah ketidakpastian tersebut,” terang ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail dalam riset harian yang diterima Kontan.co.id.

Pasar obligasi domestik akan diuntungkan oleh penurunan imbal hasil US Treasury jangka panjang serta potensi penguatan rupiah.

Para pelaku pasar juga akan menanti data pasar tenaga kerja di AS pada Jumat (5/7) besok untuk memastikan arah kebijakan The Federal Reserves pada bulan ini. Data tenaga kerja AS yang melemah dipastikan akan mendorong The Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga acuan.

Untuk perdagangan hari ini, Mikail merekomendasikan investor untuk mencermati seri SUN PBS014, PBS022, FR0078, FR0077, FR0075, dan FR0079.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×