kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45946,26   0,67   0.07%
  • EMAS930.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.45%
  • RD.CAMPURAN -0.06%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Efek tapering akan menjatuhkan harga emas


Selasa, 05 Oktober 2021 / 06:10 WIB
Efek tapering akan menjatuhkan harga emas

Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas spot masih melemah di sepanjang tahun ini. Merujuk Bloomberg, secara year to date, harga emas spot setahun ini sudah turun sebanyak 7,27%. Harga emas spot tertinggi berada di angka US$ 1.950 per troi ons di awal Januari 2021. Harga terendah emas spot berada di angka US$ 1.683 per troi ons di Maret 2021.

Untuk perdagangan dalam negeri, merujuk pada logammulia.com, selisih harga jual dan harga beli sepanjang tahun ini masih belum memberikan keuntungan. Di akhir tahun 2020 harga emas berada di angka Rp 965.000 per gram dan harga buyback saat ini berada di angka Rp 811.000 per gram.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin, mengamati, harga emas sempat menguat di perdagangan pekan kemarin. Investor melakukan aksi profit taking dari dolar AS yang sempat menguat.

Baca Juga: Harga emas masih akan terjegal tapering di akhir tahun

Yield obligasi AS yang sempat menopang dolar AS juga kembali melemah. Hal ini berimbas pada pergerakan dolar AS sehingga harga emas naik dari level US$ 1.721 per troi ons ke level US$ 1.764 per troi ons.

Di akhir pekan ini, Nanang memperkirakan, efek tapering akan membawa emas kembali jatuh mendekati level US 1.665 per troi ons atau berada di bawah level tersebut. Angka ini juga menurutnya akan terjadi di awal tahun 2022 nanti.

“Sentimen tapering ini akan memberikan keuntungan pada dolar AS kenaikan pada yield obligasi, dan membuat harga emas pun meredup kilauannya,” imbuh Nanang kepada Kontan.co.id, Minggu (3/10).

Baca Juga: Robert Kiyosaki prediksi akan terjadi crash terbesar di pasar keuangan Oktober ini

Jika tapering resmi dilakukan di akhir tahun ini, tidak menutup kemungkinan harga emas akan berada di bawah level US$ 1.665 per troi ons. Bahkan,  harga emas bisa mendekati area US$ 1.550 per troi ons.

Tapi jika tapering di akhir tahun tidak terjadi, Nanang tetap memprediksi level high dari emas akan berada di kisaran US$ 1.830 per troi ons–US$ 1.870 per troi ons. Selain itu, siklus tahunan kenaikan emas dari Desember-Januari masih akan terjadi.

Untuk saat ini, harga emas masih akan bergerak melemah karena dolar AS masih mendapat dukungan dari sektor tenaga kerja AS. “Dolar AS masih akan mengalami penguatan di saat isu tapering, dan juga kita melihat, impact yield obligasi diperkirakan harga emas di akhir tahun bergerak melemah,” pungkas Nanang.

Baca Juga: Rapor hijau emiten tambang BUMN, mana yang kinerjanya paling mentereng?

Nanang mengatakan jika harga US$ 1.770 per troi ons dapat ditembus, maka harga logam mulia batangan bisa bergerak di Rp 926.000 per gram–Rp 930 per gram.

Akan tetapi, tekanan juga masih akan terjadi pada logam mulia dalam waktu dekat, apabila, data non-farm payroll di akhir pekan nanti akan positif nilainya, yang akan berimbas pada kenaikan dolar AS. Sehingga  menurutnya ini akan mengangkat indeks dolar akan kembali naik ke angka 96, dan logam mulia akan terdepresiasi, di rentang Rp 905.000 – Rp 910.000 per gram.

Baca Juga: Saham Aneka Tambang (ANTM) masih atraktif, ini rekomendasi Mirae Asset Sekuritas

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×