kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dominasi eksternal akan menuntun arah rupiah


Senin, 08 April 2019 / 18:08 WIB


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah diprediksi masih akan melanjutkan pelemahan pada perdagangan besok, Selasa (9/4). Sentimen eksternal diprediksi masih akan mendominasi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah 0,24% ke level Rp 14.167 per dollar AS. Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah sukses menguat tipis 0,09% ke Rp 14.145 dibandingkan akhir pekan lalu Rp 14.158 per dollar AS.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengungkapkan, kondisi rupiah masih terpengaruh data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang baru dirilis. Non-farm employment chain naik menjadi 196.000. Selain itu, angka pengangguran AS juga tercatat 3,8%.

"Dari domestik, cadangan devisa (cadev) cukup bagus yang naik menjadi US$ 124,5 miliar. Sayangnya pengaruh eksternal jauh lebih besar menekan rupiah hari ini," kata David kepada Kontan.co.id, Senin (8/4).

Untuk itu, pada perdagangan Selasa (9/4), rupiah diprediksi masih akan bergerak flat atau moderat dengan dominasi sentimen dari eksternal. Rupiah esok akan bergerak antara Rp 14.100-Rp 14.200 per dollar AS.

David mengungkapkan, saat ini pasar masih menunggu kabar dari perkembangan Brexit. Sedangkan perkembangan perang dagang AS dengan China diprediksi bisa membawa sentimen positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×