kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Dollar AS menguat, Garuda genjot penerbangan internasional


Jumat, 02 Maret 2018 / 19:34 WIB
Dollar AS menguat, Garuda genjot penerbangan internasional
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Depresiasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat bakal mempengarui bisnis emiten yang dominan menggunakan mata uang dollar dalam ongkos operasionalnya. Salah satu yang akan terpengaruh yakni kinerja PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Mengutip Bloomberg, Jumat (2/3), rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,07% ke level Rp 13.757 per dollar AS. Sepekan, pelemahan mata uang Garuda bahkan mencapai 0,65%.

Operasional Garuda bakal terpengaruh, lantaran emiten transportasi ini banyak menggunakan mata uang dollar AS dalam operasionalnya. Meskipun, untuk bahan bakar, GIAA sudah melakukan hedging.

“Ini memang mempengaruhi maskapai karena ada peningkatan fuel dan harga sewa,” kata Ikhsan Rosan, VP Corporate Communication PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kepada KONTAN, Jumat (2/3).

Di sisi lain, maskapai banyak menerima pendapatan dalam bentuk rupiah, lantaran dominan beroperasi di tingkat domestik. Alhasil, pemasukan dalam rupiah akan berimbas pada kinerja laporan keuangan.

Untuk itu, Garuda sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi kecenderungan penguatan dollar AS. Ke depan, GIAA ingin meningkatkan porsi penerbangan internasional sehingga bisa mengimbangi penerbangan domestik. “Saat ini, perbandingannya sudah hampir 50%:50%. Kami berusaha menaikan penerbangan internasional,” paparnya.

Sebelumnya, GIAA menambah penerbangan internasional ke China, karena dinilai memiliki pangsa pasar potensial. Terbaru, GIAA membuka penerbangan ke Zhengzhou dan Xi’an.

Selain membuka rute baru, Garuda Indonesia juga akan meningkatkan frekuensi penerbangan. Diantaranya ke Melbourne dan Perth. “Available seat per kilometer (ASK) kami juga meningkat karena ada nambah frekuensi dan rute,”imbuh Ikhsan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×