kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.966   53,00   0,30%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Kalbe Farma atur strategi hadapi penguatan dollar AS


Jumat, 02 Maret 2018 / 18:18 WIB
ILUSTRASI. Pabrik obat generik PT Hexpharm Jaya


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Depresiasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat diperkirakan bakal mempengaruhi kinerja emiten, terutama yang banyak mengimpor bahan baku.

Mengutip Bloomberg, Jumat (2/3), rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,07% ke Rp 13.757 per dollar AS. Sepekan, pelemahannya mencapai 0,65%. Di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah menguat 0,34% menjadi Rp 13.746 per dollar AS. Namun, sepekan masih terdepresiasi sebesar 0,56%.

Sejumlah emiten sudah menyiapkan strategi menghadapi penguatan dollar AS, seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Bernadus Karmin Winata menyatakan, dampak perubahan nilai tukar rupiah cukup signifikan bagi perusahaan. Pasalnya, saat ini bahan baku farmasi banyak diperoleh dari impor.

Dalam catatan KONTAN, sebesar 90% bahan baku industri farmasi nasional masih hasil impor.

Dalam laporan keuangan Kalbe, perubahan nilai tukar menjadi salah satu risiko operasional perusahaan. Selain terhadap dollar AS, KLBF juga mewaspadai pergerakan mata uang euro.

KLBF tidak mengimplementasikan kebijakan formal lindung nilai untuk laju pertukaran mata uang asing. Untuk mengurangi risiko itu, perusahaan merencanakan pembelian mata uang asing yang cukup untuk membeli produk impor, pemantauan mata uang asing yang intensif, serta perencanaan waktu pembelian yang tepat.

Saat ini, manajemen masih terus mengamati pergerakan rupiah. “Kalbe terus memonitor pergerakan nilai tukar, melakukan strategi pengaturan produk, dan efisiensi biaya,” kata Bernadus kepada KONTAN, Jumat (2/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×