kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Dolar AS Melemah Sepekan Meski Ketegangan Timur Tengah Dongkrak Aset Safe Haven


Sabtu, 18 Juli 2026 / 12:44 WIB
Dolar AS Melemah Sepekan Meski Ketegangan Timur Tengah Dongkrak Aset Safe Haven
ILUSTRASI. Uang dolar AS dan Euro (Khademian Farzaneh/ABACA via REUTERS). Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) bergerak stabil pada perdagangan Jumat (17/7/2026), tetapi tetap mencatat pelemahan secara mingguan.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) bergerak stabil pada perdagangan Jumat (17/7/2026), tetapi tetap mencatat pelemahan secara mingguan.

Pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga yang lebih terkendali.

Di sisi lain, meningkatnya konflik antara AS dan Iran menahan pelemahan dolar karena memicu permintaan terhadap aset safe haven.

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan selama sepekan terakhir, mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz dan mendorong harga minyak mendekati level tertinggi dalam satu bulan.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat 0,36% ke Rp 17.921 per Dolar AS pada Jumat (17/7/2026)

Kondisi ini membuat investor kembali mencari aset yang dinilai lebih aman, termasuk dolar AS.

"Koreksi pasar saham global dan gangguan di Selat Hormuz memicu aksi mencari aset aman sehingga dolar berhasil memangkas sebagian pelemahannya pekan ini," ujar Kepala Strategi Pasar Global Brown Brothers Harriman, Elias Haddad.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan mata uang tersebut terhadap enam mata uang utama, berada di level 100,76 atau turun sekitar 0,2% sepanjang pekan. Euro ditutup stabil di US$ 1,1436 dan masih menguat 0,2% secara mingguan.

Sementara itu, poundsterling turun 0,2% menjadi US$ 1,3455 pada hari yang sama, tetapi membukukan kenaikan mingguan untuk pekan ketiga berturut-turut seiring membaiknya prospek ekonomi dan stabilitas politik Inggris.

Dolar Australia juga mencatat kenaikan mingguan ketiga, meski turun 0,23% ke US$ 0,6980 akibat meningkatnya sentimen penghindaran risiko.

Baca Juga: Rupiah Melaju ke Rp 17.942 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini, Paling Perkasa di Asia

Di Asia, yen Jepang bertahan di kisaran 162,44 per dolar AS, tidak jauh dari level terlemah dalam hampir 40 tahun.

Pasar tetap mewaspadai potensi intervensi pemerintah Jepang setelah Menteri Keuangan Satsuki Katayama kembali menegaskan kesiapan pemerintah mengambil langkah tegas untuk menstabilkan nilai tukar yen.

Sementara itu, data ekonomi AS menunjukkan penjualan ritel naik tipis pada Juni, didorong lonjakan belanja daring meski penurunan harga bensin menekan nilai penjualan di SPBU.

Stabilnya pasar tenaga kerja juga memperkuat ketahanan ekonomi AS. Berdasarkan data inflasi yang melandai, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini.

Baca Juga: Perkasa, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.986 Per Dolar AS Hari Ini (16/7)

Peluang kenaikan suku bunga pada Juli turun menjadi sekitar 14%, dari sekitar 25% sepekan sebelumnya, meski pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga kumulatif sekitar 30 basis poin hingga akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×