kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Harga Emas Global Catat Pelemahan Mingguan Terbesar dalam Enam Pekan


Sabtu, 18 Juli 2026 / 06:20 WIB
Harga Emas Global Catat Pelemahan Mingguan Terbesar dalam Enam Pekan
ILUSTRASI. Harga emas dunia menguat tipis pada penutupan perdagangan Jumat (17/7/2026), namun tetap mencatat pelemahan mingguan terbesar dalam enam pekan. (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia menguat tipis pada penutupan perdagangan Jumat (17/7/2026), namun tetap mencatat pelemahan mingguan terbesar dalam enam pekan.

Kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran inflasi, sehingga memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan AS.

Harga emas spot naik 1% menjadi US$ 4.011,29 per ons troi pada pukul 18.20 GMT, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 30 Juni.

Meski menguat pada akhir perdagangan, harga emas masih terkoreksi sekitar 2,6% sepanjang pekan ini. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus ditutup naik 0,7% ke level US$4.018,80 per ons troi.

Baca Juga: Harga Emas Bersiap Catat Pelemahan Mingguan Terbesar dalam Enam Pekan

"Penguatan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran inflasi global telah mendorong kenaikan suku bunga, sehingga menjadi faktor utama yang menekan harga emas," ujar Presiden World Markets EverBank, Chris Gaffney.

Tekanan terhadap emas juga dipicu oleh penguatan dolar AS selama dua hari berturut-turut, yang membuat logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.

Di saat yang sama, konflik antara AS dan Iran kembali meningkat. AS melancarkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur di Iran, termasuk jembatan dan bandara, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Eskalasi tersebut mendorong harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 16% sepanjang pekan.

Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan bertahan lebih lama.

Baca Juga: Turun Lagi, Intip Update Harga Emas Antam Sore Ini Kamis 16 Juli 2026

Kondisi ini berpotensi membuat bank sentral AS atau Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Sejak konflik yang didukung AS terhadap Iran dimulai pada akhir Februari, harga emas telah turun sekitar 25%.

Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil.

Menurut Gaffney, data ekonomi terbaru memang sedikit menurunkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) berikutnya.

Namun, lonjakan suku bunga global dan kenaikan harga minyak berpotensi mendorong The Fed mengambil sikap yang lebih agresif terhadap kebijakan moneternya.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 58% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September mendatang.

Sehari sebelumnya, Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson juga menyatakan terbuka terhadap kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak segera menunjukkan perbaikan.

Di sisi lain, Goldman Sachs menilai kepemilikan emas dalam portofolio investor swasta masih relatif rendah.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp 20.000 Jadi Rp 2.635.000 per Gram, Rabu (15/7)

Menurut bank investasi tersebut, meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk konflik Iran, berpotensi mendorong diversifikasi investasi ke emas, tidak hanya oleh bank sentral tetapi juga oleh investor swasta.

Pada perdagangan yang sama, harga perak spot naik 1% menjadi US$ 56,06 per o

Sebaliknya, platinum turun 1,4% ke US$1.595,64 per ons troi, sedangkan paladium bergerak stabil di US$1.249,63 per ons troi. Ketiga logam mulia tersebut juga diperkirakan menutup pekan di zona negatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×