kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.957   30,00   0,17%
  • IDX 5.845   -97,82   -1,65%
  • KOMPAS100 757   -12,80   -1,66%
  • LQ45 587   -7,70   -1,30%
  • ISSI 201   -4,38   -2,13%
  • IDX30 327   -4,06   -1,23%
  • IDXHIDIV20 421   -2,99   -0,70%
  • IDX80 87   -1,32   -1,49%
  • IDXV30 116   -0,84   -0,72%
  • IDXQ30 108   -0,80   -0,74%

Dolar AS kembali perkasa, sentimen dalam negeri tak kuat menyokong rupiah


Rabu, 02 September 2020 / 19:24 WIB
ILUSTRASI. Rabu (2/9), kurs rupiah spot melemah 1,18% ke Rp 14.745 per dolar AS.


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sentimen positif yang menyelimuti nilai tukar rupiah meredup. Dolar Amerika Serikat (AS) berbalik menguat terhadap rupiah. 

Rabu (2/9), kurs rupiah spot melemah 1,18% ke Rp 14.745 per dolar AS. Kompak, kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga mencatat rupiah melemah 1,29% ke Rp 14.804 per dolar AS. 

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, rupiah ikut terseret melemah karena nilai tukar kawasan regional juga tertekan atas dolar AS yang bergerak menguat sejak awal perdagangan hari ini. "Penguatan dolar AS tersebut dipicu oleh membaiknya data indeks aktivitas manufaktur AS periode Agustus yang dirilis kemarin malam," kata Ariston, Rabu (2/9). 

Baca Juga: Rupiah spot melemah 1,17% ke Rp 14.745 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (2/8)

Tercatat, data ISM Manufacturing PMI AS periode Agustus berada di level 56 lebih baik dari proyeksi pasar yang berada di level 54,6. Alhasil, rupiah jadi tertekan. 

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menambahkan deflasi yang terjadi di kawasan Eropa juga turut menyeret rupiah melemah. "Ekonomi kawasan Eropa tertekan membuat dolar AS bisa menguat terhadap major currency," kata Josua. 

Baca Juga: IHSG naik tipis 0,02%, berikut prediksi untuk perdagangan Kamis (3/9)

Sementara, sentimen dari dalam negeri juga tidak berdaya dalam menopang rupiah. Ariston mengatakan faktor deflasi dalam negeri bulan lalu mengindikasikan daya beli masyarakat belum membaik dan memberi sentimen negatif ke rupiah. 




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×