kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Diversifikasi menjadi kunci berinvestasi Wakil Dirut ARCI Rudy Suhendra


Sabtu, 31 Juli 2021 / 07:00 WIB


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Kedua adalah pengendalian emosi. Seringkali investor melihat harga saham yang sudah naik tinggi dan dianggap sudah mahal. Tetapi jika dilihat, kenaikan ini memang didasari oleh kondisi fundamental yang bagus. Dus, seorang investor harus teliti apakah memang kenaikan harganya sudah pantas dengan kondisi fundamental. “Kalau misal undervalued berarti memang ada potensi masih tinggi,” pungkas dia.

Rudy memiliki target tersendiri dalam menentukan imbal hasil (gain) berinvestasi. Tujuan inilah yang menjadi alasan Rudy memilih instrumen seperti fixed income dan deposito yang sudah pasti memberikan hasil dalam setahun.

Misalkan, dalam setahun investor membidik gain 10%-15%. Imbal hasil dari deposito dengan bunga sebesar 5% sementara ORI memberikan return 7%. Berarti, sisanya bisa didapatkan dari instrumen lain seperti saham.

“Jadi, investasi dilakukan lebih ke arah mendapatkan target growth. Jangan sampai pendapatan yang kita dapat hanya stagnan,” kata Rudy. Hal ini karena setiap tahunnya ada faktor inflasi dan peningkatan harga pokok yang harus diperhitungkan oleh investor.

Baca Juga: Cermati Polis Asuransi agar Anda Tidak Merugi

Meski punya target pertumbuhan imbal hasil, Rudy mengaku tidak terlalu agresif dan selalu berhati-hati dalam mengelola investasi. Hal ini untuk menghindari risiko penurunan nilai investasi. Sebisa mungkin dirinya juga melakukan penyeimbangan dengan harapan bisa mencapai return yang diinginkan.

Ke depan, Rudy juga membuka peluang untuk melirik instrumen lain. Saat ini, dia mengaku sedang mempelajari mekanisme mata uang kripto. Salah satu yang dia cermati adalah kripto yang memiliki underlying emas yang konon lebih sustainable. “Selain untuk investasi, saya juga pelajari karena kebetulan ARCI ini bergerak di bidang emas,” terang pria lulusan Ohio State University ini.

Selanjutnya: Investor Pemula Hindari Trading Saham, Apalagi Sampai Berhutang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×