Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga berjangka minyak sawit atau crude palm oil (CPO) Malaysia turun lebih dari 1,5% hingga mendekati MYR 4.600 per ton pada Kamis (29/10).
Berdasarkan Tradingeconomics, Kamis (29/10), harga CPO melanjutkan pelemahan baru-baru ini dan mencapai level terendah sejak pertengahan Oktober.
Penguatan ringgit memberikan tekanan pada sentimen pasar, ditambah dengan pelemahan harga minyak sawit di Dalian dan minyak kedelai di Chicago.
Sementara itu, harga minyak mentah mengalami penurunan di tengah upaya diplomatik baru di Timur Tengah, yang mengurangi daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel.
Baca Juga: Harga CPO Rebound, Permintaan Ekspor dan Prospek Biodiesel Jadi Katalis
Tingkat persediaan di Malaysia yang mencapai rekor tertinggi turut menambah tekanan, sementara pelaku pasar bersikap lebih hati-hati menjelang rilis data PMI resmi dari Tiongkok, yang merupakan pasar konsumen utama CPO.
Di sisi lain, impor minyak sawit Uni Eropa untuk musim 2026/2027, yang dimulai pada bulan Juli, tercatat turun 21% secara tahunan (yoy) menjadi 0,8 juta ton. Meski demikian, ekspektasi akan pasokan yang lebih ketat tahun depan akibat risiko cuaca terkait El Niño dan meningkatnya permintaan biodiesel domestik di Indonesia sebagai produsen utama, memberikan dukungan bagi CPO.
Permintaan ekspor juga tetap kuat. Lembaga survei kargo melaporkan lonjakan pengiriman sebesar 46,9%–67,7% selama periode 1–25 Oktober dibandingkan periode yang sama di bulan September, yang sebagian didorong oleh pembelian menjelang perayaan Diwali di India, negara konsumen utama minyak sawit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














