kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Di tahun ini, gas alam disebut punya fundamental yang lebih baik dari tahun 2020


Rabu, 20 Januari 2021 / 16:55 WIB
ILUSTRASI. Harga gas alam. REUTERS/Andrew Cullen/File Photo


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Tendi Mahadi

“Dengan kebijakan yang ramah lingkungan ini akan membuat produksi gas alam di AS akan mengalami penurunan dalam beberapa tahun ke depan. Dengan produksi yang lebih rendah, tentu bisa berujung pada kenaikan harga gas alam itu sendiri,” imbuh dia.

Tapi, Wahyu mengingatkan bahwa harga gas alam memang punya kecenderungan untuk bisa bergerak secara dramatis. Harganya bisa naik atau turun yg sangat besar pada suatu waktu sebelum akhirnya kembali normal dan konsolidasi. 

Baca Juga: Biden dilantik jadi presiden AS, berikut saham-saham yang terkena efek positif

Walau secara fundamental punya kondisi yang lebih baik, Wahyu meyakini volatilitas harga gas alam masih akan tetap tinggi beberapa bulan ke depan. Kondisi ini justru dinilai bisa memicu masuknya para spekulan mengingat volatilitas bisa menghadirkan peluang bagi para spekulan. 

Untuk sepanjang tahun ini, Wahyu memperkirakan harga gas alam akan ada di rentang US$ 2 - US$ 4 per mmbtu. Rekomendasinya, ketika harga di dekat atau di bawah US$ 2 bisa lakukan pembelian, sementara di atas US$ 4 bisa lakukan penjualan.

Selanjutnya: Biden galakkan energi ramah lingkungan, apa dampaknya ke emiten batubara dan CPO?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×