Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Indeks saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (14/8/2026), dengan indeks S&P 500 turun dari rekor tertinggi yang dicapai sehari sebelumnya. Pelemahan terjadi di tengah tekanan saham perusahaan teknologi dan investor yang mencermati data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari perkiraan.
Indeks S&P 500 turun 0,17% menjadi 7.785,76 poin. Indeks Nasdaq Composite melemah 0,28% ke 26.729,16 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,20% menjadi 53.732,41 poin.
Salah satu pemberat utama pasar adalah saham Applied Materials yang anjlok 5,1%. Penurunan terjadi meskipun perusahaan peralatan semikonduktor tersebut memberikan proyeksi kinerja kuartalan yang optimistis.
Saham Applied Materials telah naik dua kali lipat sepanjang 2026, didorong kuatnya permintaan peralatan yang berkaitan dengan pembangunan pusat data untuk kecerdasan buatan (AI).
Namun, tingginya valuasi saham yang berkaitan dengan AI mulai membuat investor lebih berhati-hati. Saham Broadcom turun 5,9%, sementara Intel melemah 2%.
Baca Juga: Harga Emas Berpeluang Tembus US$5.000, Ini Proyeksi hingga Akhir 2026
"Sebagian besar penggerak pasar saat ini berkaitan dengan berbagai aspek AI, dan Applied Materials merupakan contoh perusahaan yang mencatat kinerja di atas ekspektasi sekaligus menaikkan proyeksinya. Namun, ekspektasi investor sudah sangat tinggi sehingga saham tersebut justru dijual," kata Thomas Martin, senior portfolio manager di GLOBALT Investments, Atlanta.
Ketegangan Selat Hormuz Tekan Sentimen Pasar
Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz hampir terhenti setelah dua kapal kembali diserang.
Amerika Serikat juga menyatakan dapat mempertahankan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu. Perkembangan tersebut menambah kekhawatiran investor setelah seorang sumber senior Iran pada Rabu menyatakan belum ada kemajuan dalam perundingan untuk melanjutkan kesepakatan pada Juni guna mengakhiri perang.
Ketegangan di kawasan tersebut turut mendorong harga minyak. Indeks sektor energi S&P 500 naik 1,4% mengikuti penguatan harga minyak mentah.
Kenaikan harga minyak menjadi perhatian investor karena dapat meningkatkan tekanan inflasi dan memengaruhi prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Data Penjualan Ritel AS Mengecewakan
Sentimen pasar semakin terbebani oleh data ekonomi AS. Data penjualan ritel pada Juli menunjukkan hasil lebih lemah dari perkiraan, setelah pada Juni tercatat naik 0,2%.
Survei awal sentimen konsumen University of Michigan juga menunjukkan indeks sentimen konsumen berada di level 51 pada Agustus, di bawah ekspektasi ekonom yang disurvei Reuters sebesar 54,5.
Meski demikian, investor masih cenderung memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar melihat probabilitas sebesar 67% untuk suku bunga tetap dan 33% untuk kenaikan suku bunga.
Baca Juga: Asing Net Sell Jumbo Rp 1,03 Triliun, Cek Saham yang Banyak Dijual, Jumat (14/8)
S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Mingguan Ketiga
Meskipun terkoreksi pada perdagangan Jumat, kinerja mingguan Wall Street masih positif.
Sepanjang pekan, S&P 500 naik 0,4%, sedangkan Nasdaq bertambah 0,1%. Keduanya mencatat kenaikan mingguan ketiga secara berturut-turut, sekaligus menjadi rentetan penguatan terpanjang sejak awal April.
Penguatan tersebut didukung oleh kinerja laba perusahaan yang kuat serta berkurangnya kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga.
Laba agregat perusahaan yang tergabung dalam S&P 500 melonjak 52% pada kuartal II 2026. Sebagian besar pertumbuhan tersebut berasal dari perusahaan besar seperti Amazon, Microsoft, dan perusahaan lain yang memiliki eksposur kuat terhadap teknologi AI, menurut data LSEG.
Namun, valuasi saham masih menjadi perhatian. S&P 500 saat ini diperdagangkan sedikit di bawah rekor tertingginya dengan valuasi sekitar 20 kali estimasi laba. Angka tersebut meningkat dari sekitar 19 kali pada akhir Juli, tetapi masih di bawah sekitar 22 kali pada awal 2026.
Reddit Masuk S&P 500, Saham Melonjak
Di tengah pelemahan pasar, saham Reddit mencatat kenaikan signifikan. Saham perusahaan media sosial tersebut melonjak hampir 13% setelah diumumkan sebagai anggota baru indeks S&P 500.
Reddit akan resmi masuk dalam indeks tersebut mulai 18 Agustus 2026.
Sementara itu, saham Workday turun 3,8%. Sehari sebelumnya, saham perusahaan perangkat lunak tersebut melonjak 18% setelah Reuters melaporkan bahwa perusahaan ekuitas swasta Silver Lake tengah melakukan pembicaraan untuk mengakuisisi Workday.
Baca Juga: IHSG Melonjak 1,59% ke 6.401, Cek Saham Net Buy Terbesar Asing di Akhir Pekan
Saham Produsen Drone Menguat
Saham sejumlah produsen drone juga menguat setelah Presiden AS Donald Trump pada Kamis mengatakan akan memberlakukan tarif terhadap impor drone dan komponennya.
Saham Red Cat melonjak 8,8%, sedangkan Unusual Machines meroket 25%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi di bursa AS relatif rendah. Sekitar 9,6 miliar saham diperdagangkan, jauh di bawah rata-rata 17,4 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.
Meski S&P 500 turun dari rekor tertinggi, jumlah saham yang menguat masih lebih banyak dibandingkan saham yang melemah dengan rasio sekitar 1,1 banding 1. S&P 500 mencatat 15 saham mencapai level tertinggi baru dan satu saham mencatat level terendah baru.
Sementara itu, Nasdaq membukukan 85 saham pada level tertinggi baru dan 65 saham pada level terendah baru.
Pergerakan Wall Street selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan inflasi, harga minyak, kebijakan The Fed, serta kinerja perusahaan teknologi dan sektor AI yang menjadi salah satu penggerak utama pasar saham AS sepanjang 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
