kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Genjot Pasar Komponen Kendaraan Listrik


Rabu, 17 Januari 2024 / 18:37 WIB
Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Genjot Pasar Komponen Kendaraan Listrik
ILUSTRASI. Emiten manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) bakal memperluas pasar komponen kendaraan listrik.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) bakal memperluas pasar komponen kendaraan listrik.

Dengan adanya aturan aturan mengenai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk kendaraan listrik, yang bertujuan untuk menarik minat investor dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, DRMA berkomitmen memanfaatkan aturan tersebut guna meningkatkan kapasitas produksi.

Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso mengatakan, DRMA akan mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah, terutama terkait upaya percepatan pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

"Kami akan memanfaatkan aturan TKDN ini untuk semakin meningkatkan kapasitas produksi dan perluasan portofolio komponen kami sehingga semakin diperhitungkan di pasar internasional," kata Irianto dalam keterangan resminya, Rabu (17/1).

Baca Juga: Bisnis Masih Prospektif, Intip Rekomendasi Saham Pilihan Emiten Komponen Otomotif

Pemerintah memberikan kelonggaran waktu pencapaian target TKDN kendaraan listrik sebesar 40%.

"Relaksasi aturan TKDN tersebut telah memberikan dampak positif, di mana akhir-akhir ini marak peluncuran mobil listrik dengan harga yang lebih murah karena dirakit di Indonesia dengan menggunakan komponen lokal. Ini merupakan potensi besar bagi bisnis produksi komponen otomotif yang dijalankan DRMA," tuturnya.

Dengan kemampuan produksi komponen yang telah memenuhi standar internasional, DRMA juga telah dipercaya untuk pengadaan komponen bagi merek-merek lain, seperti contohnya suspension member untuk Yaris Cross, Hyundai Creta, dan Stargazer.

Oleh karena itu, dengan kelonggaran TKDN yang diberikan pemerintah, DRMA optimistis bisa membidik pasar luar negeri melalui para pelanggannya.

"Seiring prospek positif penjualan kendaraan di Indonesia hingga beberapa tahun ke depan, besar harapan kami bahwa pertumbuhan pendapatan juga akan meningkat di tahun 2024 ini," ujar Irianto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×