kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Demo Berpotensi Lanjut, Bagaimana Proyeksi Rupiah pada Senin (1/9)?


Senin, 01 September 2025 / 02:50 WIB
Demo Berpotensi Lanjut, Bagaimana Proyeksi Rupiah pada Senin (1/9)?
ILUSTRASI. Kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pekan ini. Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di Rp 16.500 per dolar AS, turun 0,89% secara harian pada Jumat (29/8). KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Chelsea Anastasia, kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pekan ini. Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di Rp 16.500 per dolar AS, turun 0,89% secara harian pada Jumat (29/8).

Dalam sepekan, rupiah telah melemah 0,90%. Pada Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup di level Rp 16.461 per dolar AS atau turun 0,64% dalam sehari dan melemah 0,74% dalam sepekan.

Lantas, bagaimana proyeksi pergerakan rupiah pada Senin (1/9/2025)? Cek proyeksi tiga analis berikut. 

Proyeksi rupiah dari 2 analis

1. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi 

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka brahim Assuaibi mengatakan, rupiah diperkirakan akan melemah hingga 150 basis poin (bps) ke kisaran Rp 16.600-16.650 per dollar AS. 

"Ini dampaknya cukup luar biasa terhadap mata uang rupiah. Ada kemungkinan besar rupiah ini akan melemah 100-150 poin. Dalam pelemahan ini kemungkinan rupiah ini akan mendekati level 16.600-an," ujarnya kepada media, Minggu (31/8/2025). 

Kendati demikian, Ibrahim menyatakan, kedalaman pelemahan mata uang Garuda ini akan bergantung pada kondisi demonstrasi pada pekan depan. 

Baca Juga: Bagaimana Nasib IHSG Senin (1/9), Bakal Naik atau Turun? Simak Prediksi 3 Analis

Jika kondisi justru semakin buruk, maka hal ini akan mempengaruhi sentimen pasar. Sebab investor tidak hanya melihat dari kondisi dalam negeri tetapi juga kondisi luar negeri. 

Sayangnya kondisi eksternal juga menekan rupiah karena data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) lebih positif dari perkiraan pasar, seperti pertumbuhan ekonomi Kuartal II 2025 mencapai 3,3% melampaui proyeksi awal 3,1%. 

Belum lagi dari The Fed. Setelah Presiden AS Donald Trump memecat Gubernur The Fed Lisa Cook, ini memicu bank sentral AS dalam memutuskan kebijakan suku bunga acuannya pada September mendatang. 

"Secara eksternal pun juga mempengaruhi dollar AS ini mengalami penguatan. Sehingga pada saat secara eksternal pun juga dollar AS menguat. Artinya ini akan berdampak cukup luar biasa," tuturnya.

2. Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka, Sutopo Widodo

Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka, Sutopo Widodo mencermati, kontroversi tunjangan rumah anggota DPR menjadi salah satu sentimen yang menjebloskan rupiah pekan ini. 

"Ini memicu kemarahan publik, menunjukkan ketidakpuasan yang meningkat di tengah kesulitan ekonomi," kata Sutopo, Jumat (29/8).

Tonton: Rupiah dan IHSG Amblas Imbas Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Sepekan ke depan, Sutopo bilang, angka inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS akan menjadi fokus utama pasar global. 

Sutopo menaksir, rupiah dalam sepekan ke depan berpotensi melemah di kisaran Rp 16.400 - Rp 16.700. 

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Demo Berpotensi Berlanjut, Rupiah Diprediksi Melemah 150 Basis Poin Pada Senin 1 September"

Selanjutnya: Bagaimana Nasib IHSG Senin (1/9), Bakal Naik atau Turun? Simak Prediksi 3 Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×