kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Aksi Demonstrasi Tekan Valuasi Rupiah, Pekan Depan Pelemahan Masih Berlanjut


Jumat, 29 Agustus 2025 / 18:25 WIB
Aksi Demonstrasi Tekan Valuasi Rupiah, Pekan Depan Pelemahan Masih Berlanjut
ILUSTRASI. Petugas menghitung uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di Jakarta, Senin (28/7/2025). Pada akhir perdagangan Jumat (29/8/2025), rupiah di pasar spot ditutup di posisi Rp 16.500 per dolar. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/28/07/2025


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi demonstrasi yang masih berlangsung memicu kurs rupiah anjlok terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di akhir perdagangan pekan ini, Jumat (29/8/2025). Proyeksinya situasi ini masih akan berlanjut hingga pekan depan. 

Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di posisi Rp 16.500 per dolar. Dalam sepekan, rupiah telah melemah 0,90% dari akhir perdagangan pekan lalu.

Sedangkan mengacu Jisdor BI, rupiah ditutup di level Rp 16.461 per dolar AS atau melemah 0,74% dalam sepekan.

Baca Juga: Kurs Rupiah Melemah ke Rp 16.500 Per Dolar AS di Akhir Agustus 2025

Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka, Sutopo Widodo mencermati, gejolak politik akibat kontroversi tunjangan rumah anggota DPR menjadi salah satu sentimen yang menjebloskan rupiah pekan ini.

“Ini memicu kemarahan publik dan demonstrasi yang dibubarkan secara paksa, menunjukkan ketidakpuasan yang meningkat di tengah kesulitan ekonomi,” katanya kepada Kontan, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga: Demo Jakarta Guncang Pasar: Rupiah Melemah, IHSG Terkoreksi

Sementara itu, dari eksternal, dolar AS kembali stabil seiring investor menantikan rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS. 

Sepekan ke depan, Sutopo bilang, angka inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS akan menjadi fokus utama pasar global.
“Jika data ini menunjukkan kenaikan yang signifikan, hal itu bisa memicu spekulasi bahwa The Fed akan menunda atau mengurangi kecepatan pemotongan suku bunga,” lanjutnya.

Adapun Sutopo menaksir rupiah dalam sepekan ke depan berpotensi melemah di kisaran Rp 16.400 - Rp 16.700 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×