kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Aksi Demonstrasi Tekan Valuasi Rupiah, Pekan Depan Pelemahan Masih Berlanjut


Jumat, 29 Agustus 2025 / 18:25 WIB
Aksi Demonstrasi Tekan Valuasi Rupiah, Pekan Depan Pelemahan Masih Berlanjut
ILUSTRASI. Petugas menghitung uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di Jakarta, Senin (28/7/2025). Pada akhir perdagangan Jumat (29/8/2025), rupiah di pasar spot ditutup di posisi Rp 16.500 per dolar. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/28/07/2025


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi demonstrasi yang masih berlangsung memicu kurs rupiah anjlok terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di akhir perdagangan pekan ini, Jumat (29/8/2025). Proyeksinya situasi ini masih akan berlanjut hingga pekan depan. 

Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di posisi Rp 16.500 per dolar. Dalam sepekan, rupiah telah melemah 0,90% dari akhir perdagangan pekan lalu.

Sedangkan mengacu Jisdor BI, rupiah ditutup di level Rp 16.461 per dolar AS atau melemah 0,74% dalam sepekan.

Baca Juga: Kurs Rupiah Melemah ke Rp 16.500 Per Dolar AS di Akhir Agustus 2025

Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka, Sutopo Widodo mencermati, gejolak politik akibat kontroversi tunjangan rumah anggota DPR menjadi salah satu sentimen yang menjebloskan rupiah pekan ini.

“Ini memicu kemarahan publik dan demonstrasi yang dibubarkan secara paksa, menunjukkan ketidakpuasan yang meningkat di tengah kesulitan ekonomi,” katanya kepada Kontan, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga: Demo Jakarta Guncang Pasar: Rupiah Melemah, IHSG Terkoreksi

Sementara itu, dari eksternal, dolar AS kembali stabil seiring investor menantikan rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS. 

Sepekan ke depan, Sutopo bilang, angka inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS akan menjadi fokus utama pasar global.
“Jika data ini menunjukkan kenaikan yang signifikan, hal itu bisa memicu spekulasi bahwa The Fed akan menunda atau mengurangi kecepatan pemotongan suku bunga,” lanjutnya.

Adapun Sutopo menaksir rupiah dalam sepekan ke depan berpotensi melemah di kisaran Rp 16.400 - Rp 16.700 per dolar AS.

Selanjutnya: India Tumbuh 7,8% di Kuartal II 2025, Kuat Meski Dihantam Tarif Tinggi AS

Menarik Dibaca: Ide Meja Rias Kamar Mandi Kecil, Mewah dan Modern untuk Rumah Minimalis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×