kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.370   0,00   0,00%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

Rupiah Diproyeksikan Lanjut Melemah pada Jumat (29/8), Begini Katalisnya


Jumat, 29 Agustus 2025 / 07:25 WIB
Rupiah Diproyeksikan Lanjut Melemah pada Jumat (29/8), Begini Katalisnya
ILUSTRASI. Petugas menghitung uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di Jakarta, Senin (28/7/2025). Nilai tukar rupiah berbalik menguat setelah tertekan dalam dua hari sebelumnya pada akhir perdagangan kemarin, Kamis (28/8/2025). Proyeksinya mata uang Garuda masih akan kembali melemah pada Jumat (29/8/2025). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/28/07/2025


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah berbalik menguat setelah tertekan dalam dua hari sebelumnya pada akhir perdagangan kemarin, Kamis (28/8/2025). Proyeksinya mata uang Garuda masih akan kembali melemah pada Jumat (29/8/2025). 

Di pasar spot, kurs rupiah menguat Rp 15 atau 0,09% menjadi Rp 16.353 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara mengacu Jisdor, kurs rupiah melemah tipis Rp 1 atau 0,01% menjadi Rp 16.356 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor melemah dalam tiga hari perdagangan terakhir.

Baca Juga: Rupiah dan Mata Uang Asia Tertekan Menghadapi Dolar AS, Kamis (28/8)

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, sejumlah sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah ketidakpastian politik seputar independensi Federal Reserve (Fed) yang kembali diuji.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook. Pencopotan ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang otonomi bank sentral.

Di saat yang sama, pesan dovish Ketua Fed Jerome Powell di Jackson Hole, yang mengisyaratkan bahwa kondisi ekonomi AS saat ini ‘mungkin membenarkan’ penurunan suku bunga, memperkuat ekspektasi akan pelonggaran kebijakan moneter di masa mendatang.

Baca Juga: IHSG dan Rupiah Kompak Menguat pada Kamis (28/8/2025) Siang

Kemudian, Presiden Bank Sentral Federal New York, John Williams, mengatakan pada hari Rabu bahwa suku bunga kemungkinan akan turun pada suatu saat, tetapi para pembuat kebijakan perlu melihat data ekonomi mendatang sebelum memutuskan apakah pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed 16 September – 17 September merupakan keputusan yang tepat.

Adapun sentimen dari dalam negeri, Ibrahim mengatakan bahwa pasar merespon positif terhadap aksi demontrasi  ribuan buruh serta mahasiswa dari pelbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tumpah ke jalan hari ini terpusat di gerbang utama Gedung DPR/MPR RI Jakarta. Aksi ini berjalan dengan damai dan tidak anarkis karena ada kerjasama yang apik antara koordinator aksi demo dengan aparat kepolisian yang mengawal jalannya aksi tersebut.

Aksi hari ini akan meluas karena tuntutan yang sama juga diorganisir oleh partai buruh, gerakan serikat buruh dan gerakan mahasiswa di berbagai wilayah lain. Meski demikian, aksi masif tersebut dipastikan bakal berjalan kondusif.

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.340 - Rp.16.400 per dolar AS,” ujar Ibrahim, Kamis (28/8/2025).

Selanjutnya: Ojol Tewas Saat Demo DPR, SPAI Tuntut Kepolisian Hentikan Tindakan Represif

Menarik Dibaca: Promo McD Drive Thru 29-30 Agustus 2025, Beli 1 Gratis 1 Paket Ayam McD Rendang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×