Reporter: Yuliana Hema | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) mengantongi restu pemegang saham untuk menggelar sejumlah aksi korporasi dan ekspansi bisnis. Termasuk perubahan kegiatan usaha hingga akuisisi aset strategis.
Persetujuan tersebut diperoleh manajemen GPSO dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa yang digelar pada Senin (22/6). RUPSLB menyetujui perubahan kegiatan usaha utama GPSO.
GPSO yang semula berfokus pada perdagangan besar mesin alat ukur, survei pemetaan, dan aktivitas profesional lainnya, kini merambah ke industri komponen mekanikal dan real estat non hunian.
Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru yang diadopsi adalah KBLI 46591 (Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Suku Cadang dan Perlengkapannya) dan KBLI 68129 (Aktivitas Real Estate Non Hunian Lainnya Milik Sendiri atau Sewa).
Baca Juga: Masuk Sektor Machining & Casting, Geoprima Solusi (GPSO) Rancang Rights Issue
Direktur Utama Geoprima Solusi Dionysius Tjokro menyampaikan perubahan haluan ini merupakan bagian dari konsolidasi komprehensif setelah masuknya PT PIMSF Pulogadung (PIMSF) sebagai pemegang saham pengendali baru menggantikan Karnadi Margaka.
“Ini dilakukan untuk memperkuat struktur perusahaan dengan bersinergi dengan Tjokro Group serta memperkuat permodalan untuk memenangkan persaingan di industri saat ini yang semakin ketat baik domestik maupun global,” katanya, Senin (22/6).
Dionysius menambahkan, melalui sinergi ini, GPSO ditargetkan mampu mengamankan seluruh rantai pasok industri solusi komponen mekanikal dari hulu (upstream) hingga ke hilir (downstream).
“Sinergi tersebut akan diciptakan oleh GPSO untuk menciptakan penguasaan logistik dan rantai pasok yang terpadu agar menciptakan efisiensi dan nilai tambah kepada para pelanggan,” jelasnya.
Sejalan dengan arah bisnis baru, agenda kedua yang disahkan oleh pemegang saham adalah persetujuan pembelian aset tetap milik PT Jakarta Indah Casting (JIC), sebuah entitas yang terafiliasi dengan GPSO.
Rencananya, GPSO akan membeli aset berupa tanah seluas 15.400 m², bangunan pabrik, serta mesin peralatan pendukung senilai Rp 78,5 miliar yang terletak di Kawasan East Jakarta Industrial Park, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Baca Juga: Geoprima Solusi (GPSO) Buka Peluang Akuisisi hingga 99% di Tiga Entitas Usaha
Usai akusisi aset ini, laba bersih GPSO diperkirakan melesat hingga 400% di tahun pertama, dengan potensi tambahan pendapatan setelah pajak berkisar antara Rp 7,9 miliar hingga Rp 33 miliar per tahun.
Pada tahap awal operasionalnya, aset tersebut akan kembali disewakan kepada JIC dengan nilai transaksi sewa mencapai Rp9,3 miliar demi menjaga keberlanjutan produksi fasilitas pabrik.
Private Placement
Untuk membiayai sebagian pembelian aset tersebut, RUPSLB memberikan lampu hijau atas aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Melaksanakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement
GPSO akan menerbitkan saham baru sebanyak 66,67 saham baru atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Ini akan menyebabkan efek dilusi sekitar 9,09%.
Pada mata acara terakhir, RUPSLB menyetujui perubahan data Perseroan terkait susunan pemegang saham pasca-pelaksanaan Penawaran Tender Wajib alias Mandatory Tender Offer (MTO) oleh PT PIMSF Pulogadung.
Berdasarkan Daftar Pemegang Saham per 29 Mei 2026, peta kepemilikan saham GPSO secara resmi menjadi PT PIMSF Pulogadung dengan memegang sekitar 246,36 juta saham dan masyarakat sekitar 420,37 juta saham.
Baca Juga: Tender Offer Geoprima Solusi (GPSO) Sepi Peminat, Tak Ada Pemegang Saham Jual Ikut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














