kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.039.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.783   -40,00   -0,24%
  • IDX 8.235   -86,97   -1,04%
  • KOMPAS100 1.158   -11,60   -0,99%
  • LQ45 838   -5,18   -0,61%
  • ISSI 293   -4,14   -1,40%
  • IDX30 443   -2,67   -0,60%
  • IDXHIDIV20 534   -1,42   -0,26%
  • IDX80 129   -1,09   -0,84%
  • IDXV30 144   -1,15   -0,79%
  • IDXQ30 143   -0,54   -0,37%

Tender Offer Geoprima Solusi (GPSO) Sepi Peminat, Tak Ada Pemegang Saham Jual Ikut


Jumat, 27 Februari 2026 / 03:20 WIB
Tender Offer Geoprima Solusi (GPSO) Sepi Peminat, Tak Ada Pemegang Saham Jual Ikut
ILUSTRASI. PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) (Dok/GPSO)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil penawaran tender wajib alias mandatory tender offer atas saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) sepi peminat. Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI pada 18 Februari 2026, manajemen GPSO melaporkan tidak ada pemegang saham yang menjual dalam rangkat mandatory tender offer. 

Direktur Utama Geoprima Solusi Dionysius Tjokro mengatakan, perusahaan ini telah melakukan penawaran tender wajib pada periode 15 Januari sampai dengan 13 Februari 2026. Penawaran tender wajib tersebut dilakukan kepada seluruh saham yang dipegang masyarakat dengan jumlah sebanyak-banyaknya 363.707.303 saham atau sekitar 54,55% dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh. 

Baca Juga: Wall Street: S&P 500 Melemah, Pasar Kurang Antusiasi dengan Hasil Kinerja Nvidia

“Sampai dengan berakhirnya periode penawaran tender wajib pada tanggal 13 Februari 2026, tidak terdapat pemegang saham yang mengajukan permohonan partisipasi untuk menjual sahamnya kepada pengendali baru dalam rangka Penawaran Tender Wajib,” terang Dionysius. Namun mengingat tidak adanya permohonan partisipasi penawaran tender wajib, maka tidak ada transaksi atau pembayaran yang perlu diselesaikan pada tanggal 26 Februari 2026.

Penawaran tender wajib tersebut dilakukan oleh pengendali saham baru yakni PT PIMSF Pulogadung. Aksi ini harus dilakukan karena pada tanggal 16 Oktober 2026, PIMSF Pulogadung membeli sebanyak 45,45% setara dengan 303.033.800 saham GPSO. 

Kala itu, PIMSF membeli saham dari Karnadi Margaka di harga Rp 66 per saham. Sehingga total transaksi bagian dari Tjokro Group sebesar Rp 20 miliar. 

Rencananya, Tjokro Group akan membuat GPSO menjadi penguasa industri mesin dari hulu hingga hilir untuk menjadi pemain utama dan terdepan serta memenangkan kompetensi di kemudian hari. "Dengan menguasai teknologi permesinan dari hulu hingga hilir, Perusahaan Sasaran dapat meningkatkan nilai tambah dan menjaga pertumbuhan di kemudian hari dan dapat memberikan manfaat kepada Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan,” terang manajemen pada 14 Januari 2026. 

Adapun harga penawaran tender offer dari PIMSF kepada pemegang saham GPSO adalah di Rp 436 per saham. Ini mengacu rata-rata harga tertinggi selama 90 hari sebelum pengumuman negosiasi. PIMSF Pulogadung pun menganggarkan dana Rp 152,03 miliar untuk membeli saham GPSO. 

Namun karena tidak ada yang mengambil opsi penawaran wajib ini maka komposisi pemegang saham usai tender wajib sebagai berikut : 

  • PT PIMSF Pulogadung 45,45% 
  • Karnadi Margaka 1,53% 
  • Masyarakat di bawah 5% 53,05%. 

Selanjutnya: Jadwal Imsakiyah Surakarta (27/2/2026): Pastikan Sahur Tepat Waktu, Ini Jamnya

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Lengkap untuk Riau, Kepri, dan Jambi (27/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×