kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.719   38,00   0,21%
  • IDX 6.479   -55,47   -0,85%
  • KOMPAS100 858   -7,98   -0,92%
  • LQ45 653   -6,45   -0,98%
  • ISSI 224   -0,94   -0,42%
  • IDX30 362   -3,83   -1,04%
  • IDXHIDIV20 452   -5,74   -1,25%
  • IDX80 98   -0,88   -0,89%
  • IDXV30 125   -1,24   -0,98%
  • IDXQ30 117   -1,12   -0,95%

Danantara Buka Suara soal Demutualisasi BEI: Belum Ada Keputusan Final


Selasa, 15 September 2026 / 11:01 WIB
Danantara Buka Suara soal Demutualisasi BEI: Belum Ada Keputusan Final
ILUSTRASI. Danantara masih lakukan proses pembahasan demutualisasi BEI yang berupa kajian internal dan pelaksanaan uji tuntas atau due diligence (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia buka suara mengenai rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang disebut akan membuat Danantara menguasai sekitar 40% saham BEI.

Tim Komunikasi Danantara menegaskan, proses pembahasan demutualisasi BEI masih berlangsung. Kajian internal dan pelaksanaan uji tuntas atau due diligence juga belum rampung sehingga belum ada keputusan final.

“Danantara Indonesia mencermati pemberitaan terkait proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI),” jelasnya Tim Komunikasi Danantara Indonesia dalam pernyataan tertulis, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga: IHSG Melemah pada Perdagangan Selasa (15/9) Pagi, BBNI, BMRI, BBRI Top Losers LQ45

Tim Komunikasi Danantara menyampaikan pihaknya masih menjalankan kajian internal serta proses uji tuntas terkait rencana tersebut. Danantara juga masih menunggu penerbitan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan menjadi landasan.

“Oleh karena itu, informasi yang beredar bukan merupakan representasi posisi maupun keputusan akhir Danantara Indonesia. Setiap perkembangan material akan disampaikan melalui saluran komunikasi resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Tim Komunikasi Danantara Indonesia.

Sebelumnya, berdasarkan dokumen pertemuan BEI dengan anggota bursa pada 9 September 2026, Danantara disebut bakal memiliki sekitar 69 saham BEI atau setara 40,12% melalui skema rights issue.

Setelah aksi tersebut, anggota bursa diproyeksikan memiliki 88 saham BEI atau 51,16%. Sementara itu, sebanyak empat saham atau 2,32% disebut akan dimiliki pemegang saham non-anggota bursa.

Sebagai gambaran, per Juni 2026, anggota bursa menguasai 90 saham BEI atau 87,38%. Pemegang saham non-anggota bursa memiliki dua saham atau 1,94%, sedangkan 11 saham atau 10,68% merupakan saham treasuri. 

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 17.662 Per Dolar AS Hari Ini (15/9), Asia Melemah

Harga nominal saham BEI tetap Rp 7,5 juta per saham sebelum maupun setelah rights issue. Setelah aksi tersebut, jumlah pemegang saham BEI diproyeksikan meningkat menjadi 93 pihak.

Struktur tersebut terdiri dari satu BPI Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM), 88 anggota bursa, empat pemegang saham non-anggota bursa setelah SPAB dicabut atau berstatus nonaktif dan 11 saham treasuri.

Keempat pemegang saham non-anggota bursa tersebut yakni PT Wanteg Sekuritas, PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, PT Ekuator Swarna Sekuritas dan PT Paramitra Alfa Sekuritas yang saat ini berstatus suspensi.

Proses menuju demutualisasi juga telah melalui sejumlah tahapan. BEI menggelar pertemuan dengan Danantara pada 6 Agustus 2026 sebagai kick-off due diligence, dilanjutkan proses uji tuntas pada 11 Agustus hingga 11 September 2026.

Dalam proses tersebut, DIM menyampaikan penunjukan konsultan valuasi, konsultan hukum dan konsultan strategi bisnis untuk mendukung pelaksanaan due diligence melalui surat tertanggal 11 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil penilaian KJPP Rengganis, Hamid dan Rekan, nilai pasar 100% ekuitas BEI per Desember 2025 ditaksir mencapai Rp 16,41 triliun atau sekitar Rp 176,47 miliar per saham.

Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Mixed pada Selasa (15/9) Pagi, Mayoritas Indeks Melemah

Nilai tersebut setara 1,85 kali ekuitas yang diatribusikan kepada entitas induk dan 1,74 kali total ekuitas konsolidasian berdasarkan laporan keuangan auditan BEI per 31 Desember 2025.

Sementara jika dibandingkan dengan laporan keuangan BEI per 30 Juni 2026, ketika nilai ekuitas sudah meningkat, rasio tersebut turun menjadi 1,71 kali terhadap ekuitas yang diatribusikan kepada entitas induk dan 1,60 kali terhadap total ekuitas konsolidasian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×