kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.687   6,00   0,03%
  • IDX 6.500   -34,69   -0,53%
  • KOMPAS100 862   -4,58   -0,53%
  • LQ45 654   -4,85   -0,74%
  • ISSI 225   0,19   0,08%
  • IDX30 363   -2,92   -0,80%
  • IDXHIDIV20 453   -4,56   -1,00%
  • IDX80 98   -0,52   -0,53%
  • IDXV30 126   -0,48   -0,38%
  • IDXQ30 117   -0,99   -0,84%

Bursa Asia Bergerak Mixed pada Selasa (15/9) Pagi, Mayoritas Indeks Melemah


Selasa, 15 September 2026 / 08:41 WIB
Bursa Asia Bergerak Mixed pada Selasa (15/9) Pagi, Mayoritas Indeks Melemah
ILUSTRASI. Bursa Asia bergerak beragam alias mixed pada perdagangan Selasa (15/9/2026) pagi, dengan mayoritas indeks melemah.(REUTERS/Manami Yamada)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak beragam alias mixed pada perdagangan Selasa (15/9/2026) pagi, dengan mayoritas indeks melemah. Pukul 08.22 WIB, indeks Nikkei 225 naik 274,25 poin atau 0,42% ke 63.757,21, Hang Seng naik 16,46 poin atau 0,07% ke 24.934,06, Taiex turun 60,79 poin atau 0,13% ke 45.771,95, Kospi naik 18,54 pon atau 0,28% ke 6.704,26, ASX 200 turun 56,97 poin atau 0,65% ke 8.692,90, Straits Times turun 16,33 poin atau 0,30% ke 5.700m93 dan FTSE Malaysia turun 7,39 poin atau 0,44% ke 1.690.

Mengutip Bloomberg, indeks MSCI turun 0,1%. Pergerakan saham Asia mengikuti penurunan di Wall Street. 

Lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed semakin terbuka. Saham di pasar global turun setelah para pengembang AI terkemuka mengusulkan untuk mengerem kemajuan di bidang ini.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Turun Rp 10.000 Jadi Rp 2.592.000 per Gram, Selasa (15/9)

"Ada banyak faktor mendasar yang menyebabkan aksi jual suku bunga berkelanjutan sebagai jalan termudah untuk saat ini," kata Zach Griffiths, kepala strategi investasi dan makri di perusahaan riset CreditSights.

Sementara itu, pada Senin (14/9), para pejabat China menolak seruan pada pemimpin teknologi AS untuk memperlambat pengembangan AI dengan alasan keamanan sebagai penyebaran ketakutan, dan menolak klaim bahwa kemajuan China menimbulkan ancaman keamanan global.

"Sudah ada cukup banyak kegelisahan di pasar dan jika beberapa pemain utama sekarang mengatakan: tunggu dulu, kita sedikit memperlambat, itu akan menambah ketidakpastian," kata Chris Armstrong, ahli strategi di Berenberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×