kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Dana kelolaan reksadana pasar uang menurun pada September, ini faktor penyebabnya


Kamis, 10 Oktober 2019 / 20:11 WIB

Dana kelolaan reksadana pasar uang menurun pada September, ini faktor penyebabnya
ILUSTRASI. Dana kelolaan reksadana jenis saham dan pasar uang malah turun di tengah kenaikan total kelolaan industri. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/04/07/2019

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksadana di bulan September meningkat. Namun, dana kelolaan reksadana jenis saham dan pasar uang malah turun. Sementara, dana kelolaan jenis reksadana lain seperti terproteksi dan exchange traded fund (ETF) meningkat. 

Berdasarkan data Infovesta Utama, dana kelolaan reksadana pasar uang dan saham di bulan September masing-masing turun menjadi Rp 63,06 triliun dan menjadi Rp 143,62 triliun. Total dana kelolaan reksadana mencapai Rp 529,76 triliun. AUM industri reksadana bulan September lalu meningkat 0,62% dibandingkan bulan Agustus yang mencapai Rp 526,48 triliun.

Sementara, dana kelolaan reksadana terproteksi meningkat menjadi Rp 144,58 triliun, serta ETF yang naik menjadi Rp 14,40 triliun di bulan September.

Baca Juga: Dana kelolaan susut, kinerja produk reksadana saham ikut terseret

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, sebetulnya pasar uang sangat likuid. Namun, dana kelolaan reksadana pasar uang turun karena investor memilih untuk masuk ke jenis lain dulu seperti pendapatan tetap dan ETF, baru kembali masuk ke pasar uang. 

Rudiyanto, Direktur Panin Asset Management menjelaskan kalau reksadana pasar uang memang untuk kebutuhan jangka pendek. "Kadang investor ke reksadana jenis lain untuk parkir sementara, baru masuk ke pasar uang atau bahkan ke saham," ujar Rudiyanto kepada Kontan.co.id, Kamis (10/10).

Menurutnya, ketika pasar uang turun mungkin karena ada investor yang mengalihkan ke reksadana saham atau ke reksadana terproteksi yang baru terbit. "Selain itu, ada juga investor korporasi yang penempatannya di pasar uang cuma 2 sampai 3 bulan, lagi investasi mereka dicairkan," tambah Rudiyanto.

Sementara itu, penurunan dana kelolaan jenis reksadana saham ataupun pasar uang yang terjadi dinilai bukan hanya kondisi pasar keuangan global, tetapi juga dari sisi psikologis investor.

Baca Juga: IHSG turun tipis menunggu kelanjutan negosiasi dagang

Director and Head of Investment Pinnacle Investment Indra M. Firmansyah menilai banyaknya investor yang keluar karena beberapa faktor. Utamanya, karena merekaingin mencari aman. Sebab, selama beberapa tahun terakhir di bulan Agustus sampai Oktober volatilitas di pasar memang cenderung tinggi.

Selain itu, bulan September adalah akhir dari kuartal III. Indra menilai ada juga investor yang melakukan penjualan untuk alasan pembukuan laporan keuangan. 


Reporter: Yasmine Maghfira
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan


Close [X]
×