kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dampak Pelonggaran Impor Batubara Australia di China Terhadap Emiten Batubara RI


Jumat, 06 Januari 2023 / 05:15 WIB


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Noverius Laoli

Yaitu dapat melakukan hilirisasi atau akuisisi tambang yang lebih prospektif seperti nikel atau masuk ke bisnis ekosistem kendaraan listrik.

Misalkan tanpa pelonggaran dari china terhadap batubara Australia, Pandhu berkayakinan batubara memiliki prospek yang cenderung negatif. Lantaran cepat atau lambat harga batubara akan turun seperti yang terjadi pada komoditas minyak dan CPO.

Menurut Pandhu pada tahun 2023 harga batubara di perkirakan masih akan tetap di atas US$ 200 per ton dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang di level US$ 70 per ton hingga US$ 100 per ton.

Baca Juga: Ini Faktor Pendorong Pendapatan Adaro Energy (ADRO) Melonjak 130% di Kuartal III-2022

Pandhu merekomendasikan untuk saham-saham batubara lebih baik untuk trading jangka pendek lantaran lebih menarik dibandingkan untuk jangka panjang karena risiko lebih tinggi daripada potensi keuntungan.

"Sebaiknya tunggu sinyal positif dulu karena kurang cocok untuk hold jangka panjang dan tidak perlu buru-buru untuk masuk," tutupnya.

Menurut Cheril investor dapat mencermati beberapa emiten batubara kedepannya seperti ADRO dengan target harga Rp 3.700, ITMG dengan target harga Rp 40.300, INDY dengan target harga Rp 2.800.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×