kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

CPO terbang ke level RM 2.593 per metrik ton


Senin, 15 Agustus 2016 / 17:57 WIB
CPO terbang ke level RM 2.593 per metrik ton


Reporter: Diba Amalia Haritz | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Harga crude palm oil (CPO) terbang tinggi selama sepekan ini. Laju CPO ini sejalan dengan pergerakan harga produk substitusi seperti minyak kedelai.

Mengutip Bloomberg, Senin (15/8) pukul 14.15 harga CPO kontrak pengiriman Oktober 2016 di Malaysia Derivative Exchange terbang 2,69% di level RM 2.593 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, CPO sudah melesat 5,15%.

Ariston Tjendra, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, berpendapat adanya produk substitusi seperti minyak kedelai juga mempengaruhi harga CPO dalam arti positif. Menguatnya harga minyak kedelai berpengaruh terhadap melambungnya CPO.

“Sehari sebelumnya (12/8) harga komoditas kedelai naik 1,3% menjadi US$ 9,94 per bushel pada kontrak terbaru yakni Bulan Agustus 2016,” ujar Ariston.

Naiknya harga kedelai diperkirakan karena beralihnya konsumen CPO menjadi pengguna minyak kedelai seperti India. Hal ini terbukti dari ekspor CPO India menurun 40% menjadi 585 ton pada Juli 2016 dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, sentimen lain yang mempengaruhi harga CPO ialah melonjaknya harga minyak sejak Kamis (11/8). Ariston berpendapat, terbangnya harga minyak mentah akan berpengaruh pula terhadap naiknya komoditas lain seperti CPO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×