kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Cermati Rekomendasi Saham Energi dan Tambang Usai Trump Menang dan Pasar Tertekan


Kamis, 07 November 2024 / 20:46 WIB
Cermati Rekomendasi Saham Energi dan Tambang Usai Trump Menang dan Pasar Tertekan
ILUSTRASI. Layar digital perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (06/11/2024). Barisan saham sektor energi dan saham tambang mineral logam di sektor barang baku sedang tertekan setelah kemenangan Donald Trump.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

Research Analyst Stocknow.id Emil Fajrizki menilai sentimen eksternal dan posisi pasar saham saat ini membuat pergerakan saham energi dan tambang cenderung negatif. Meski, ada peluang penguatan pada sejumlah saham, terutama jika ada dorongan dari aksi korporasi.

Pada situasi saat ini, Emil menyarankan trading plan dengan rekomendasi buy saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) untuk target harga masing-masing di Rp 2.560 dan Rp 4.165. Kemudian, hold PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) untuk target Rp 1.330 dan wait and see pada saham PT Timah Tbk (TINS).

Secara teknikal, Equity Analyst Kanaka Hita Solvera William Wibowo menyodorkan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di sektor energi. Sedangkan untuk sektor barang baku William menjagokan saham MDKA dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan strategi speculative buy.

Baca Juga: UEA Akan Hidupkan Lagi Perjanjian Pembelian Jet Tempur F-35 kalau Donald Trump Menang

Heru menyarankan buy on support MDKA di level Rp 2.250 untuk target harga Rp 2.470 - Rp 2.500. Buy on support juga untuk ANTM di area Rp 1.515 untuk target harga Rp 1.650 - Rp 1.690. Selain itu, Heru menyarankan wait and see pada saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

 

Miftahul menyarankan wait and see saham MDKA dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), serta trading buy saham ANTM dan PT United Tractors Tbk (UNTR). Sedangkan Ayu melirik peluang buy on weakness pada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×