kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.979   66,00   0,37%
  • IDX 5.719   75,66   1,34%
  • KOMPAS100 740   11,98   1,65%
  • LQ45 560   6,63   1,20%
  • ISSI 199   2,55   1,30%
  • IDX30 317   2,91   0,93%
  • IDXHIDIV20 390   0,94   0,24%
  • IDX80 84   1,16   1,40%
  • IDXV30 107   -0,14   -0,13%
  • IDXQ30 102   0,53   0,52%

Bursa Saham Asia Beragam Kamis (23/2) Pagi, Pasar Mencerna Risalah The Fed


Kamis, 23 Februari 2023 / 07:25 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Asia Pasifik dibuka beragam pada hari Kamis (23/2). Setelah Federal Reserve AS merilis risalah pertemuan terbarunya yang menunjukkan anggota bank sentral masih berkomitmen untuk memerangi inflasi dengan kenaikan suku bunga.

Indeks S&P/ASX 200 dibuka turun 0,21%. Sedangkan Kospi Korea Selatan memulai hari dengan naik 0,5% dan Kosdaq naik 0,45%.

Korea Selatan akan menunggu keputusan bank sentralnya apakah akan menaikkan suku bunga. Jajak pendapat dari 42 ekonom memperkirakan Bank of Korea akan mempertahankan suku bunga pinjamannya pada 3,5%.

Pasar Jepang akan ditutup pada hari Kamis untuk ulang tahun Kaisar.

Hong Kong dan Singapura diperkirakan akan merilis indeks harga konsumen mereka, dengan CPI Singapura diperkirakan akan mencapai 7,1% untuk bulan Januari.

Baca Juga: Wall Street: S&P 500 Turun 4 Hari Beruntun, The Fed Tegaskan Sikap Terhadap Inflasi

Semalam, Wall Street berakhir lebih rendah pada hari Rabu, dengan S&P 500 mencatat penurunan hari keempat berturut-turut.

Dow Jones Industrial Average juga mengakhiri hari lebih rendah, tetapi Nasdaq Composite melawan tren dan naik menjadi ditutup 0,13% lebih tinggi.

Sebagai informasi, risalah Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan anggota masih berkomitmen untuk melawan inflasi.

Di mana inflasi tetap "jauh di atas" target The Fed sebesar 2%. Selain itu pasar tenaga kerja masih "sangat ketat, berkontribusi pada tekanan kenaikan yang berkelanjutan pada upah dan harga."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×