kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bursa China rebound dipicu langkah PBOC


Selasa, 01 Maret 2016 / 15:54 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

SHANGHAI. Bursa saham China menguat di akhir perdagangan setelah bank sentral memangkas jumlah pemberi pinjaman uang tunai yang dapat menahan rasio cadangan bangsa dan memperkuat mata uang yuan berbanding terbalik dengan data manufaktur yang mengecewakan.

Indeks saham Shanghai naik 1,7 % ke level 2.733,17 pada penutupan perdagangan, Selasa (1/3) setelah kemarin turun 2,9 %. Semua 10 kelompok industri pada Indeks CSI 300 menguat, dipimpin oleh saham material dan perusahaan teknologi.

Sementara Indeks Hang Seng China Enterprises dari perusahaan China daratan yang terdaftar di Hong Kong meningkat 1,1 % pada pukul 03:08 sore waktu setempat, sedangkan Indeks Hang Seng naik 0,9 %.

Bank Sentra China (PBOC) mengungkapkan rasio cadangan yang diperlukan akan turun sebesar 0,5 persentase efektif per tanggal 1 Maret.

Indeks manufaktur manajer pembelian (PMI) dikontrak melebihi perkiraan dan menyentuh level terendahnya dalam tujuh tahun terakhir, menurut data dari biro statistik. Yuan naik untuk pertama kalinya dalam delapan hari terakhir setelah otoritas moneter meningkatkan penetapan tersebut.

Langkah Bank Sentral muncul setelah Indeks Shanghai kemarin anjlok 4,6 % di tengah kekecewaan atas kurangnya langkah-langkah khusus untuk meningkatkan pertumbuhan selama pertemuan Kelompok G-20 di Shanghai.

Indeks tersebut telah turun 23 % pada tahun ini, yang merupakan kinerja terburuk di antara 93 indeks ekuitas global, kekhawatiran arus keluar modal akan dipercepat dan pendapatan menurun karena perlambatan ekonomi semakin mendalam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×