kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bursa Asia turun meski Wall Street cenderung menguat


Rabu, 26 Agustus 2020 / 08:32 WIB
Bursa Asia turun meski Wall Street cenderung menguat
ILUSTRASI. Bursa Asia mayoritas turun. Rabu (26/8) pukul 8.18 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,14% ke 23.264.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia mayoritas turun pada awal perdagangan hari ini. Rabu (26/8) pukul 8.18 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,14% ke 23.264. 

Indeks Kospi turun 0,92% ke 2.344. Indeks Straits Times turun 0,79% ke 2.538. FTSE Bursa Malaysia melemah tipis 0,06% ke 1.554. Hang Seng turun tipis 0,04% ke 25.471.

Rekor tertinggi indeks S&P 500 dan Nasdaq yang tercatat di penutupan perdagangan Selasa (25/8) semalam tak mampu mengangkat bursa Asia naik lebih tinggi. 

Baca Juga: Nasdaq dan S&P 500 rekor lagi, perkembangan vaksin corona menjadi tenaga Wall Street

Penegasan kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China tak mampu meyakinkan pasar saham Asia. Apalagi hubungan bilateral keduanya terganggu masalah geopolitik. Di sisi lain, harga emas menguat akibat pelemahan dolar dan kekhawatiran virus corona.

"Karena likuiditas Federal Reserve selama ini yang menjadi penopang, konsentrasi di lima saham terbesar S&P akan menyebabkan konsolidasi," kata Chris Zaccarelli, chief investment officer Independent Advisor Alliance kepada Reuters.

Gubernur Federal Reserve Jerome Powell diperkirakan akan memberikan sinyal perubahan target inflasi menjadi rata-rata sehingga inflasi berpotensi naik lebih cepat daripada sebelumnya.

Baca Juga: Harga minyak turun tipis setelah mencapai level tertinggi dalam lima bulan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×