kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Bursa Asia tertekan dibayangi potensi perlambatan China


Selasa, 09 Oktober 2018 / 08:42 WIB
Bursa Asia tertekan dibayangi potensi perlambatan China
ILUSTRASI. Bursa Asia


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia mayoritas melemah pada perdagangan hari ini. Selasa (9/10) pukul 8.26 WIB, indeks Nikkei 225 turun 1,29% ke 23.474.

Tutup pada perdagangan kemarin, Nikkei tampaknya menyusul penurunan bursa Asia di awal pekan. Tapi, indeks Hang Seng masih tampak turun tipis 0,03% ke 26.194 pada perdagangan pagi ini.

Indeks Taiex menugat 0,16% ke 10.471. Straits Times dan FTSE Malaysia turun 0,16% masing-masing ke 3.176 dan 1.773.

Ada empat faktor yang menjadi perhatian pasar modal saat ini. Keempat hal ini adalah kekhawatiran atas perlambatan ekonomi China, perang dagang, tingginya yield US Treasury, serta masalah politik Italia yang bisa mempengaruhi anggaran.

"Sentimen risiko saat ini berada dalam kondisi jelek dan pasar saham turun dimana-mana," kata analis JPMorgan seperti dikutip Reuters.

Memang, belum ada laporan terbaru soal perlambatan ekonomi China. Tapi, pelonggaran perbankan berupa pemangkasan rasio pencadangan bank sebesar 100 basis point ditengarai menjadi upaya People's Bank of China untuk melonggarkan likuiditas bank untuk menjalankan aktivitas ekonomi.

"Aksi jual pasar saham China tidak bisa dihiraukan. Jika nilai tukar yuan makin lemah, maka emerging markets bisa terpengaruh," kata Jameel Ahmad, global head of currency strategy & market research FXTM.

Nilai tukar yuan melemah ke level terendah terhadap dollar dalam tujuh pekan terakhir. Pasar keuangan memperkirakan, China akan kembali melonggarkan kebijakan setelah penurunan rasio pencadangan di awal pekan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×