kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bursa Asia Ditutup Mixed Terdorong Kesepakatan Debt Ceiling AS


Senin, 29 Mei 2023 / 18:26 WIB
Bursa Asia Ditutup Mixed Terdorong Kesepakatan Debt Ceiling AS
ILUSTRASI. mayoritas Bursa Asia ditutup menguat pada perdagangan hari ini 929/5)


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham di kawasan Asia ditutup mixed dengan kecenderungan menguat pada hari ini (29/5). Di mana, Nikkei 225 di tutup pada level tertinggi sejak Juli 1990.

Menurut tim riset Phillip Sekuritas Indonesia, kenaikan tersebut didorong oleh optimisme atas tercapainya kesepakatan plafon utang (debt ceiling) Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Presiden Joe Biden dan ketua DPR AS Kevin McCarthy mencapai kesepakatan pada malam minggu yang menunda pembatasan utang Pemerintah AS senilai US$ 31,4 triliun hingga tahun 2025, demi untuk menghindari bencana gagal bayar (default) yang pastinya akan mendorong ekonomi AS jatuh ke dalam jurang resesi.

Kesepakatan ini sekarang harus disetujui sebelum tanggal 5 Juni oleh Kongres AS yang secara politik terbelah.

Di pasar valuta Asing (Valas), mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS di tengah semakin kuatnya spekulasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan melanjutkan kenaikan suku bunga acuan bulan depan.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi Tipis 0,09% ke Level 6.681 pada Penutupan Perdagangan Senin (29/5)

Data ekonomi AS pada hari Jumat lalu memperlihatkan belanja konsumen naik lebih cepat dari ekspektasi di bulan April, sementara inflasi (yang di ukur dengan The Personal Consumption Expenditures Price Index) juga naik dengan laju yang lebih cepat sehingga menambah bukti bahwa ekonomi AS masih kokoh.

Pelaku pasar sekarang melihat peluang 60% The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) di bulan Juni, naik dari sebelumnya 40% sebelum rilis data PCE Price Index dan Personal Spending.

The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 10 kali sejak Maret 2022 ke kisaran 5,0% - 5,25%.

Pekan ini, fokus perhatian investor masih akan tertuju pada rilis data ekonomi AS, terutama pasar tenaga kerja AS melalui data Job Opening and Turnover Survey (JOLTS) dan Non-Farm Payrolls (NFP) yang berpotensi mempengaruhi keputusan The Fed pada pertemuan kebijakan mereka bulan Juni nanti.

Para pakar ekonomi memprediksi ekonomi AS akan menambah 195.000 pekerja baru di bulan Mei, melambat dari penambahan 253.000 pekerja di bulan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×