kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bursa Asia Bergerak Mixed Pada Jumat (12/5) Pagi


Jumat, 12 Mei 2023 / 08:25 WIB
Bursa Asia Bergerak Mixed Pada Jumat (12/5) Pagi
ILUSTRASI. Bursa Asia bergerak mixed pada perdagangan Jumat (12/5) pagi.( The Yomiuri Shimbun )


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak mixed pada perdagangan Jumat (12/5) pagi. Pukul 08.19 WIB, indeks Nikkei 225 nak 115,11 poin atau 0,40% ke 29.242,15, Hang Seng naik 107,05 poin atau 0,54% ke 19.850,84, Taiex turun 70,69 poin atau 0,46% ke 15.438,67.

Kospi turun 10,64 poin atau 0,43% ke 2.480,88, ASX 200 turun 1,52 poin atau 0,02% ke 7.250,90, Straits Times turun 13,63 poin atau 0,38% ke 3.216,04 dan FTSE Malaysia naik 3,27 poin atau 0,23% ke 1.428,45.

Pergerakan bursa Asia merespon bursa AS yang juga ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (11/5), dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones naik, sementara Nasdaq terkoreksi.

Baca Juga: Bursa Asia Mixed, Investor Mercermati Data Inflasi

Mengutip Bloomberg, investor mencerna berita bahwa Pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dengan Ketua DPR Kevin McCarthy untuk membahas plafon utang AS yang semula dijadwalkan pada Jumat ini ditunda menjadi awal pekan depan.

Meski begitu, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, para staf dari kedua belah pikah tetap melanjutkan diskusi untuk membicarakan batas utang AS.

Sementara itu, data menunjukkan klaim pengangguran AS mencapai level tertinggi sejak Oktober 2021.Sedangkan indeks harga produsen naik 0,2% pada April, lebih rendah dari perkiraan.

Hal ini menandakan pengetatan kebijakan Federal Reserve memiliki efek pada inflasi.

Namun, masih banyak ketidakpastian yang mendorong investor untuk mencari lindung nilai dari volatilitas pasar.

Chief Executive Officer JPMorgan Jamie Dimon mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV mengatakan, kita perlu menyelesaikan krisis bank.

"Regulator harus melakukan apapun yang perlu mereka lakukan untuk membuatnya lebih baik."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×