kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Bursa AS memerah terseret kejatuhan minyak


Selasa, 13 September 2016 / 21:35 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh, Selasa (13/9) di tengah kembali jatuhnya harga minyak mentah, dan seiring investor tetap mencermati kemampuan bank sentral untuk mendorong pertumbuhan.

Mengacu Bloomberg, indeks S & P 500 Index turun 0,7 % ke level 2.143,13 pada pukul 09:32 pagi waktu New York. Pasar saham menjalani reli terbesar dalam dua bulan kemarin setelah Gubernur Federal Reserve Lael Brainard mengujarkan "kehati-hatian" nya dalam menaikkan suku bunga.

Di sisi lain, reli di bursa Asia semalam terhenti, bahkan setelah rebound yang kuat di pasar AS kemarin dan seiring data menunjukkan ekonomi China menguat pada bulan Juli. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) merosot 2,3 % seiring Badan Energi Internasional mengubah pandangan terhadap surplus stok global dan melihat surplus akan bertahan sampai 2017.

Kemungkinan kenaikan suku bunga Fed pada pertemuan pekan depan turun delapan poin persentase menjadi 22 % setelah Brainard mengisyaratkan keengganannya untuk menaikkan biaya pinjaman.

Meskipun di saat yang sama mengakui bahwa ekonomi AS telah membuat kemajuan bertahap menuju pencapaian target Fed. Desember tetap menjadi bulan pertama dengan setidaknya bahkan kemungkinan kenaikan suku bunga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×